ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا
Kisah rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَdzikru rahmati rabbikakisah rahmat Tuhanmu
- عَبْدَهُ زَكَرِيَّا'abdahu zakariyyaakepada hamba-Nya, Zakaria
Terjemahan per kata (5 kata)
- ذِكْرُdzikruperingatan
- رَحْمَتِrahmatirahmat
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- عَبْدَهُ'abdahuhamba-Nya
- زَكَرِيَّاzakariyyaaZakaria
Inti bacaan
Kisah dibuka sebagai 'penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria', pengantar yang mengerangkakan kisah pribadi seorang nabi sebagai contoh konkret kerja rahmat ilahi dalam kehidupan individu.
Penjelasan pilihan kata
'Kisah' (dzikr) memakai akar yang sama dengan penuturan kisah Zulkarnain di 18:83: facet penuturan/narasi yang sama, dipertahankan konsisten sebagai pembuka sebuah kisah.
Tafsiran
Ayat pembuka ini membingkai seluruh episode berikutnya sebagai kisah tentang rahmat, bukan pertama-tama tentang Zakaria sendiri, melainkan tentang bagaimana rahmat Tuhannya bekerja lewat hidupnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah membingkai seluruh kisahnya sebagai rahmat. Sejak kalimat pertama. Yang diceritakan bukan orangnya, melainkan apa yang diterimanya.
- Zakaria disebut hamba-Nya sebelum namanya. Kedudukan dahulu. Yang diperkenalkan hubungannya, bukan pangkatnya.
- Allah memakai kata yang juga berarti mengingat. Untuk membuka kisah. Penuturan dan peringatan dipanggil dengan kata yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan t…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' tanpa kata sandang al-.