قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

Dia berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. قَالَ رَبِّqaala rabbidia berkata, wahai Tuhanku
  2. إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيinnii wahana l-azhmu minniisesungguhnya tulangku telah lemah
  3. وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًاwa-shta'ala r-ra'su shaybandan kepalaku telah dipenuhi uban
  4. وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّاwa-lam akun bi-du'aa'ika rabbi shaqiyyandan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku
Catatan pilihan kata (ringkas)

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'He said: “My Lord: feeble are become the bones within1 me, and my head is aflame with white hair,2 yet never have I been wretched in my call to Thee, my Lord,' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.

Aplikasi

Kejujuran Zakaria tentang kondisi fisiknya ('tulangku telah lemah, kepalaku dipenuhi uban') dipasangkan dengan pengakuan penting: 'aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu', keterbatasan usia diakui terus terang, namun harapan terhadap doa tidak pernah pudar meski belum terkabul selama bertahun-tahun. Konkretnya: mengakui keterbatasan fisik atau usia secara jujur tidak perlu menghalangi harapan dan ketekunan dalam berdoa, riwayat panjang doa yang belum terkabul tidak berarti keyakinan terhadap doa itu sendiri harus pudar.