وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap ahli warisku sepeninggalku, sedangkan istriku mandul. Maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang wali,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِيwa-innii khiftu l-mawaaliya min waraa'iidan sesungguhnya aku khawatir terhadap ahli warisku sepeninggalku
- وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًاwa-kaanat imra'atii 'aaqiransedangkan istriku mandul
- فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّاfa-hab lii min ladunka waliyyanmaka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang wali
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَإِنِّيwa-inniidan sesungguhnya aku
- خِفْتُkhiftuaku takut
- الْمَوَالِيَl-mawaaliyapara ahli waris
- مِنْmindari
- وَرَائِيwaraa'iibelakangku
- وَكَانَتِwa-kaanatdan adalah
- امْرَأَتِيimra'atiiistriku
- عَاقِرًا'aaqiranmandul
- فَهَبْfa-habmaka anugerahkanlah
- لِيliibagiku
- مِنْmindari
- لَدُنْكَladunkasisi-Mu
- وَلِيًّاwaliyyanpelindung
Inti bacaan
Kekhawatiran jujur Zakaria tentang siapa yang akan meneruskan perjuangannya sepeninggalnya, kepedulian terhadap keberlanjutan misi melampaui kepentingan pribadi semata, sebuah perhatian yang wajar bagi siapa pun yang telah menginvestasikan hidupnya untuk sesuatu yang bermakna.
Penjelasan pilihan kata
Dua kata berakar sama, yaitu akar yang berarti dekat dan mengurus, muncul dalam satu ayat dengan facet berbeda: 'ahli waris' (mawaaliya): kerabat yang akan mewarisi bila ia tak berketurunan langsung, dan 'wali' (waliyyan), yang diminta sebagai penerus langsung. Facet ini berbeda dari 'wali' sebagai pelindung selain Allah yang dibahas di 18:50/18:102.
Tafsiran
Kekhawatiran Zakaria bukan tentang harta warisan semata, melainkan tentang siapa yang akan melanjutkan tugas kenabian dan penjagaan tempat ibadah setelahnya: sebuah kekhawatiran tentang kelangsungan tugas, bukan kekayaan.
Renungan dan Hikmah
- Yang dikhawatirkan Zakaria di hadapan Allah bukan dirinya, melainkan apa yang terjadi sesudah ia tiada. Kekhawatiran tentang kelanjutan. Orang yang sudah lama mengerjakan sesuatu yang bukan untuk dirinya sendiri memang paling takut pada satu hal: pekerjaan itu berhenti.
- Ia menyebutkan bahwa istrinya mandul, tanpa memperhalus. Kenyataan itu dinyatakan di dalam doanya sendiri. Permohonan yang menyebutkan sendiri halangannya tidak sedang menawar; ia sedang berterus terang tentang dari mana ia meminta.
- Yang ia minta seorang wali dari sisi Allah, bukan jalan keluar apa pun. Sumbernya disebutkan dalam permintaannya. Orang yang menyebut dari mana ia mengharapkan sesuatu sudah menjawab sendiri mengapa halangan tadi tidak menghentikannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar kh-w-f, w-l-y, w-r-y, k-w-n, m-r-a, '-q-r, w-h-b, l-d-n): khiftu diterjemahkan 'aku khawatir' (akar kh-w-f); mawaalii diterjemahkan 'ahli waris/keluarga' (akar w-l-y WLY); imra'ah aaqir diterjemahkan 'istri mandul'; hab lii waliyyan diterjemahkan 'anugerahilah aku seorang wali (penerus)' (akar w-h-b + akar w-l-y WLY; terjemahan lain 'anak'). gloss '(anak)' dibuang.