قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا
Dia berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, sedangkan istriku seorang yang mandul dan sungguh aku sudah mencapai usia yang sangat tua?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌqaala rabbi annaa yakuunu lii ghulaamundia berkata, wahai Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak
- وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًاwa-kaanat imra'atii 'aaqiransedangkan istriku seorang yang mandul
- وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّاwa-qad balaghtu mina l-kibari 'itiyyandan sungguh aku sudah mencapai usia yang sangat tua
Terjemahan per kata (14 kata)
- قَالَqaalaberkata
- رَبِّrabbiTuhan
- أَنَّىٰannaabagaimana
- يَكُونُyakuunuadalah
- لِيliibagiku
- غُلَامٌghulaamunanak laki-laki
- وَكَانَتِwa-kaanatdan adalah
- امْرَأَتِيimra'atiiistriku
- عَاقِرًا'aaqiranmandul
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- بَلَغْتُbalaghtuaku mencapai
- مِنَminadari
- الْكِبَرِl-kibariusia tua
- عِتِيًّا'itiyyansangat tua
Inti bacaan
Pertanyaan jujur dan wajar Zakaria: 'bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak?' mengingat kondisi istrinya dan usianya sendiri, keheranan yang berdasar fakta biologis, bukan keraguan terhadap kekuasaan yang lebih besar.
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan Zakaria memakai kata tanya 'bagaimana', bukan pernyataan penolakan: pola yang sama dengan pertanyaannya di 3:40, menanyakan mekanisme, bukan menyangkal kemungkinan.
Tafsiran
Keheranan Zakaria wajar secara biologis, namun ia tetap bertanya kepada Tuhan yang baru saja mengabulkan doanya: pertanyaan ini adalah keheranan dalam iman, bukan keraguan yang menolak.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Zakaria bertanya bagaimana, bukan benarkah. Menanyakan caranya. Yang ditanya jalannya, bukan kebenarannya.
- Dua halangan ia sebut: istrinya mandul, dan usianya sangat tua. Dua-duanya. Ia tak menyembunyikan satu pun.
- Allah merekam ia menyapa wahai Tuhanku. Bukan berbicara kepada dirinya sendiri. Keheranannya dibawa ke tempat yang sama dengan doanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.