قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۚ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا
Dia berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” Dia berfirman, “Tandanya bagimu ialah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةًqaala rabbi j'al lii aayatandia berkata, wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda
- قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَqaala aayatuka allaa tukallima n-naasadia berfirman, tandanya bagimu ialah bahwa engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia
- ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّاtsalaatsa layaalin sawiyyanselama tiga malam, padahal engkau sehat
Terjemahan per kata (13 kata)
- قَالَqaalaberkata
- رَبِّrabbiTuhan
- اجْعَلْj'aljadikanlah
- لِيliibagiku
- آيَةًaayatantanda
- قَالَqaalaberkata
- آيَتُكَaayatukatandamu
- أَلَّاallaabahwa tidak
- تُكَلِّمَtukallimaberbicara
- النَّاسَn-naasamanusia
- ثَلَاثَtsalaatsatiga
- لَيَالٍlayaalinmalam
- سَوِيًّاsawiyyanyang sempurna
Inti bacaan
Tanda yang diminta dan diberikan bersifat unik: ketidakmampuan berbicara selama tiga malam 'padahal engkau sehat', tanda yang bukan penyakit, melainkan pembatasan yang disengaja sebagai penegasan momen istimewa yang sedang terjadi.
Penjelasan pilihan kata
'Tanda' memakai akar aayah yang sama dipertahankan tanpa pengecualian di seluruh teks. 'Tiga malam' (tsalaatsa layaalin): di 3:41, kisah paralel ini memakai kata 'tiga hari' (tsalaatsata ayyaamin), akar yang berbeda (hari vs malam); dua penyebutan durasi yang sama lewat dua satuan waktu berbeda, keduanya dipertahankan apa adanya sesuai teks masing-masing.
Tafsiran
Tanda yang diberikan bukan sesuatu yang bisa dilihat orang lain, melainkan kondisi Zakaria sendiri: kebisuan sementara yang justru terjadi saat tubuhnya sehat, membuatnya jelas bukan akibat penyakit.
Renungan dan Hikmah
- Tanda yang diberikan Allah bukan sesuatu di luar dirinya, melainkan keadaan tubuhnya sendiri. Ia membawa tandanya ke mana pun. Sebuah bukti yang menempel pada peminta tidak bisa diperlihatkan kepada orang lain, dan memang bukan untuk itu ia diberikan.
- Keterangan yang ditambahkan padahal engkau sehat. Satu potongan kalimat itu menutup kemungkinan salah baca. Tanpa keterangan itu, kebisuan tiga malam cuma akan terbaca sebagai sakit yang kebetulan datang.
- Yang dihentikan Allah kemampuan bercakap dengan manusia, bukan kemampuan lain. Bagi orang yang seluruh tugasnya menyeru, itu bagian yang paling terasa. Tanda yang diberikan menyentuh persis apa yang paling ia perlukan setiap hari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…hanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Ta…”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. 'aayah' (tanpa kata sandang al-). aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.