فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

Maka ia keluar menuju kaumnya dari mihrab, lalu ia memberi isyarat kepada mereka agar bertasbih pada waktu pagi dan petang.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِfa-kharaja 'alaa qawmihi mina l-mihraabimaka ia keluar menuju kaumnya dari mihrab
  2. فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْfa-awhaa ilayhimlalu ia memberi isyarat kepada mereka
  3. أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّاan sabbihuu bukratan wa-'asyiyyanagar bertasbih pada waktu pagi dan petang

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَخَرَجَfa-kharajamaka ia keluar
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  4. مِنَminadari
  5. الْمِحْرَابِl-mihraabimihrab
  6. فَأَوْحَىٰfa-awhaamaka Dia mewahyukan
  7. إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
  8. أَنْanagar
  9. سَبِّحُواsabbihuubertasbihlah kalian
  10. بُكْرَةًbukratandi waktu pagi
  11. وَعَشِيًّاwa-'asyiyyandan petang

Inti bacaan

Respons Zakaria begitu keluar dari tempat ibadahnya: mengajak kaumnya bertasbih pagi dan petang, momen pribadi yang luar biasa langsung diarahkan menjadi ajakan kolektif untuk bersyukur bersama.

Penjelasan pilihan kata

'Memberi isyarat' (awhaa) memakai akar yang sama dengan 'wahyu' di tempat lain, namun di sini merentang ke facet komunikasi cepat/non-verbal: Zakaria tidak dapat bicara (18:10), sehingga ia menyampaikan pesan lewat isyarat, bukan ucapan.

Tafsiran

Ketidakmampuan bicara Zakaria tidak menghalanginya menyampaikan pesan penting kepada kaumnya: ia tetap mengarahkan mereka pada tasbih meski hanya lewat isyarat, sebuah kesinambungan tugas di tengah keterbatasan fisik.

Renungan dan Hikmah

  • Zakaria tetap menyampaikan pesan meski kehilangan kemampuan bicara sementara, keterbatasan fisik tidak dijadikan alasan untuk berhenti mengarahkan orang lain pada hal baik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-r-j, q-w-m, h-r-b, w-h-y, s-b-h, b-k-r, '-sh-w): kharaja diterjemahkan 'keluar' (akar kh-r-j); awhaa ilayhim diterjemahkan 'mengisyaratkan kepada mereka', akar w-h-y (di sini isyarat cepat/non-verbal karena Zakaria dibuat tak dapat bicara; memperluas rentang akar wahy); sabbihuu diterjemahkan 'bertasbihlah' (akar s-b-h); bukratan wa ashiyyan diterjemahkan 'pagi dan petang'. Selaras.