وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
dan berbakti kepada kedua orang tuanya, dan ia bukanlah orang yang sewenang-wenang lagi durhaka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِwa-barran bi-waalidayhidan berbakti kepada kedua orang tuanya
- وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّاwa-lam yakun jabbaaran 'ashiyyandan ia bukanlah orang yang sewenang-wenang lagi durhaka
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَبَرًّاwa-barrandan berbakti
- بِوَالِدَيْهِbi-waalidayhikepada kedua orang tuanya
- وَلَمْwa-lamdan tidak
- يَكُنْyakunia menjadi
- جَبَّارًاjabbaaranyang bengis
- عَصِيًّا'ashiyyandurhaka
Inti bacaan
Yahya digambarkan 'berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah orang yang sewenang-wenang lagi durhaka', karakter yang lembut terhadap keluarga dipasangkan dengan ketiadaan sifat tirani terhadap orang lain, sebuah keseimbangan karakter yang utuh.
Penjelasan pilihan kata
Daftar kualitas Yahya ditutup dengan pasangan negasi (bukan sewenang-wenang, bukan durhaka), melengkapi potret positif sebelumnya dengan menyebut apa yang tidak ada padanya.
Tafsiran
Kebaktian kepada orang tua disandingkan langsung dengan ketiadaan sifat sewenang-wenang: sebuah kesinambungan antara sikap dalam keluarga dan sikap terhadap sesama secara umum.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup daftar sifat Yahya dengan dua penyangkalan: bukan sewenang-wenang, bukan durhaka. Yang tak ada padanya. Yang tidak dilakukannya ikut disebut sebagai pujian.
- Bakti kepada orang tua disebut berdampingan dengan tidak sewenang-wenang. Berdempetan. Sikap di rumah dan sikap kepada orang lain disebut sebagai satu perkara.
- Allah menyebut berbakti kepada kedua orang tuanya. Keduanya. Tak dipilih salah satu, meski ayahnya yang diceritakan panjang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-r-r, w-l-d, k-w-n, j-b-r, '-s-y): barr diterjemahkan 'berbakti' (akar b-r-r putaran BRR); jabbaar diterjemahkan 'sewenang-wenang' (akar j-b-r putaran JBR); asiyy diterjemahkan 'durhaka' (akar '-s-y). Selaras.