قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا
Dia berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Ar-Rahman darimu, jika engkau seorang yang bertakwa.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَqaalat innii a'uudzu bi-r-rahmaani minkadia berkata, sesungguhnya aku berlindung kepada Ar-Rahman darimu
- إِنْ كُنْتَ تَقِيًّاin kunta taqiyyanjika engkau seorang yang bertakwa
Terjemahan per kata (8 kata)
- قَالَتْqaalatia berkata
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَعُوذُa'uudzuaku berlindung
- بِالرَّحْمَٰنِbi-r-rahmaanipada Ar-Rahman
- مِنْكَminkadarimu
- إِنْinjika
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- تَقِيًّاtaqiyyanyang bertakwa
Inti bacaan
Respons pertama Maryam terhadap sosok tak dikenal adalah kewaspadaan dan perlindungan diri: 'aku berlindung kepada Ar-Rahman darimu', kehati-hatian terhadap orang asing yang wajar dan sah, bahkan sebelum mengetahui identitas sebenarnya. Konkretnya: kewaspadaan awal terhadap sosok atau situasi yang tidak dikenal (mencari perlindungan dulu sebelum percaya) adalah respons yang sah dan bijaksana, bukan sesuatu yang perlu malu diakui.
Penjelasan pilihan kata
'Ar-Rahman' dijaga sebagai nama, tidak diterjemahkan sebagai gelar sifat: konsisten dengan rahmaan yang diperlakukan berbeda dari rahiim di seluruh teks.
Tafsiran
Respons pertama Maryam terhadap sosok asing ini adalah kewaspadaan yang segera dialihkan ke perlindungan Tuhan: permintaannya elips, tanpa merinci ketakutan apa yang dimaksud, dibiarkan seperti apa adanya dalam teks.
Renungan dan Hikmah
- Rumusan أَعُوذُ terpakai tujuh kali, dan enam kali yang lain menyebut nama atau ganti yang paling umum: “kepada Allah” (2:67), “kepada-Mu” (11:47, 23:97, 23:98), “kepada Tuhan” (113:1, 114:1). Cuma di sini yang disebut بِالرَّحْمَٰنِ. Nama yang dipilih bukan nama kekuasaan atau perlindungan, melainkan nama kasih, diucapkan justru pada saat merasa terancam.
- Kalimat penutupnya, إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا, tak berulang di tempat lain. Kata تَقِيًّا sendiri tiga kali muncul dan ketiganya di surah ini: 19:13 menyifati Yahya, 19:63 menyifati penghuni taman yang dijanjikan, dua-duanya pujian atas orang yang sudah terbukti. Di ayat ini kata yang sama dipakai sebagai syarat yang diajukan kepada sosok yang belum dikenal. Bentuknya bukan tuduhan, melainkan pegangan: kalau benar engkau begitu, kalimat ini cukup menghentikanmu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “berkata (kepadanya), “Sesungguhnya” diterjemahkan “berkata, "Sesungguhnya”; “Tuhan Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”; “kamu” diterjemahkan “engkau”; “bertakwa.”” diterjemahkan “bertakwa. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).