فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا

Maka ia mengandungnya, lalu mengasingkan diri bersamanya ke tempat yang jauh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَحَمَلَتْهُfa-hamalatsumaka ia mengandungnya
  2. فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّاfa-ntabadzat bihi makaanan qashiyyanlalu mengasingkan diri bersamanya ke tempat yang jauh

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. فَحَمَلَتْهُfa-hamalatsumaka ia mengandungnya
  2. فَانْتَبَذَتْfa-ntabadzatmaka ia menyingkir
  3. بِهِbihibersamanya
  4. مَكَانًاmakaanantempat
  5. قَصِيًّاqashiyyanyang jauh

Inti bacaan

Maryam kembali memilih mengasingkan diri 'ke tempat yang jauh', keputusan mengelola situasi yang sangat pribadi dan berpotensi disalahpahami dengan mencari ruang dan waktu sendiri terlebih dahulu.

Penjelasan pilihan kata

'Mengasingkan diri' (intabadzat): kata yang sama dengan 19:16 saat Maryam pertama kali menyendiri; pengasingan kini berulang, kali ini dalam kondisi mengandung.

Tafsiran

Ayat ini melompat cepat dari kabar kehamilan ke kehamilan itu sendiri tanpa detail antara: Maryam memilih menjauh lagi, kali ini bukan sekadar dari keluarganya, melainkan ke tempat yang lebih jauh lagi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut ia mengasingkan diri lagi, kali ini ke tempat yang jauh. Berulang. Yang pertama untuk beribadah, yang kedua untuk menanggung.
  • Kehamilannya disebut dalam satu kata. Tanpa uraian. Peristiwa yang paling besar dalam hidupnya dilewati tanpa satu rincian pun.
  • Allah memakai kata yang sama dengan pengasingan pertamanya. Kata yang berulang. Yang berbeda cuma jaraknya, dan jarak itu keterangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-m-l, n-b-dz, k-w-n, q-s-w): hamalathu diterjemahkan 'mengandungnya' (akar h-m-l); intabadhat diterjemahkan 'mengasingkan diri' (akar n-b-dz); makaan qasiyy diterjemahkan 'tempat yang jauh' (akar q-s-w). Selaras.