وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
Dan sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia; ini adalah jalan yang lurus.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْwa-inna llaaha rabbii wa-rabbukumdan sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian
- فَاعْبُدُوهُfa-'buduuhumaka sembahlah Dia
- هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌhaadzaa shiraathun mustaqiimunini adalah jalan yang lurus
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- اللَّهَllaahaAllah
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- وَرَبُّكُمْwa-rabbukumdan Tuhan kalian
- فَاعْبُدُوهُfa-'buduuhumaka mengabdilah kepada-Nya
- هَٰذَاhaadzaaini
- صِرَاطٌshiraathunjalan
- مُسْتَقِيمٌmustaqiimunyang lurus
Inti bacaan
Isa sendiri menegaskan kesetaraan posisinya dengan pendengarnya: 'Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia', klaim yang jelas dan tidak ambigu tentang siapa yang seharusnya menjadi fokus penyembahan bersama.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini kembali memakai kata ganti orang pertama ('Tuhanku'), yang secara tata bahasa hanya cocok sebagai ucapan Isa, namun teks tidak menandainya dengan kutipan eksplisit setelah jeda naratif di 19:34-35. Dibiarkan tanpa tanda kutip di sini karena kejelasan penutur tidak setegas 19:30-33.
Tafsiran
Baik dibaca sebagai kelanjutan ucapan Isa maupun sebagai penegasan Al-Qur'an sendiri yang menggemakan ajarannya, isi ayat ini konsisten dengan deklarasi kehambaan di 19:30: Allah adalah Tuhan bagi Isa sendiri, bukan hanya bagi manusia lain, menegaskan kesetaraan posisi Isa dengan yang diseru untuk menyembah.
Renungan dan Hikmah
- Urutannya Tuhanku dahulu, baru Tuhan kalian. Yang berbicara menempatkan dirinya di baris yang sama dengan pendengarnya. Ajakan menyembah yang dimulai dari pengakuan diri sendiri tidak menyisakan jarak antara yang mengajak dan yang diajak.
- Sesudah menyebut kedudukan itu, yang menyusul satu perintah saja: maka sembahlah Dia. Tidak ada uraian panjang sesudahnya. Kesimpulan yang cuma satu kalimat biasanya sudah disiapkan oleh seluruh kalimat sebelumnya.
- Yang mengucapkan kalimat ini menyebut Allah sebagai Tuhannya sendiri. Ia tidak menempatkan diri di antara mereka dan Allah. Sebuah pengakuan yang menutup pintu bagi orang lain untuk menjadikannya perantara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, r-b-b, '-b-d, s-r-t, q-w-m): rabbii wa rabbukum diterjemahkan 'Tuhanku dan Tuhan kalian' (akar r-b-b, Isa menegaskan Allah Tuhannya juga); fa-'buduuh diterjemahkan 'sembahlah Dia' (akar '-b-d, Isa memerintahkan menyembah Allah semata, meneguhkan status abd). gloss '(Isa berkata,)' dibuang.