فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Maka golongan-golongan di antara mereka berselisih. Celakalah orang-orang yang kufur pada penyaksian hari yang agung!
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْfa-khtalafa l-ahzaabu min bayni-himmaka golongan-golongan di antara mereka berselisih
- فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُواfa-waylun li-lladziina kafaruucelakalah orang-orang yang kufur
- مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍmin masyhadi yawmin 'azhiiminpada penyaksian hari yang agung
Terjemahan per kata (11 kata)
- فَاخْتَلَفَfa-khtalafalalu berselisih
- الْأَحْزَابُl-ahzaabugolongan-golongan
- مِنْmindari
- بَيْنِهِمْbayni-himdi antara mereka
- فَوَيْلٌfa-waylunmaka celaka
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- مِنْmindari
- مَشْهَدِmasyhadikesaksian
- يَوْمٍyawminhari
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Perselisihan yang muncul di antara golongan-golongan disebutkan sebagai sumber masalah, dengan peringatan tegas bagi yang memilih kufur, perpecahan interpretasi tentang sosok yang sama membawa konsekuensi serius bagi yang salah memahami.
Penjelasan pilihan kata
'Golongan-golongan' (al-ahzaab) tidak dirinci identitasnya oleh teks: penamaan kelompok tertentu adalah pembacaan tafsir, bukan pernyataan eksplisit ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini mencatat bahwa perselisihan tentang status Isa muncul di antara mereka sendiri, bukan sesuatu yang datang dari luar: sebuah perpecahan internal atas sosok yang justru baru saja menegaskan kehambaannya sendiri dengan jelas.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut perselisihan itu datang dari antara mereka sendiri. Bukan dari luar. Perpecahan tumbuh di dalam, sesudah keterangan diberikan sejelas mungkin.
- Golongan-golongan itu tak Dia rinci namanya. Dibiarkan tanpa nama. Yang tak disebut membuat peringatannya berlaku lebih luas.
- Allah menaruh ayat ini tepat sesudah Isa menegaskan kehambaannya. Berselisih tentang yang sudah berbicara sendiri. Jarak antara keterangan dan salah paham sependek satu ayat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.