وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, ketika perkara telah diputuskan, sedang mereka dalam kelalaian, dan mereka tidak beriman.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِwa-andzirhum yawma l-hasratidan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan
- إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُidz qudhiya l-amruketika perkara telah diputuskan
- وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَwa-hum fii ghaflatin wa-hum laa yu'minuunasedang mereka dalam kelalaian, dan mereka tidak beriman
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَأَنْذِرْهُمْwa-andzirhumdan berilah mereka peringatan
- يَوْمَyawmahari
- الْحَسْرَةِl-hasratipenyesalan
- إِذْidzketika
- قُضِيَqudhiyadiputuskan
- الْأَمْرُl-amruurusan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- فِيfiidalam
- غَفْلَةٍghaflatinkelalaian
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
Inti bacaan
Peringatan tentang 'hari penyesalan, ketika perkara telah diputuskan' bagi mereka yang masih 'dalam kelalaian. tidak beriman', jendela kesempatan yang terbatas untuk bertindak sebelum keputusan final tiba.
Penjelasan pilihan kata
'Diputuskan' (qudiya): akar yang sama dengan 'diputuskan' (maqdiyy) di 19:21, kini dalam konteks keputusan akhir pada hari penyesalan, bukan keputusan tentang kelahiran Isa.
Tafsiran
Perintah untuk memperingatkan ini ditujukan kepada siapa pun yang menyampaikan pesan ini: sebuah pengingat bahwa kelalaian sekarang punya konsekuensi yang baru disadari sepenuhnya setelah semuanya diputuskan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menamainya hari penyesalan. Bukan hari perhitungan. Yang ditonjolkan perasaan yang tersisa, bukan prosesnya.
- Waktunya disebut ketika perkara telah diputuskan. Sesudah selesai. Penyesalannya datang saat tak ada lagi yang bisa diubah.
- Allah menyebut keadaan mereka sekarang: dalam kelalaian. Sedang berlangsung. Peringatannya menyangkut nanti, sasarannya keadaan hari ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-dz-r, y-w-m, h-s-r, q-d-y, a-m-r, gh-f-l, a-m-n): andhirhum diterjemahkan 'peringatkan mereka' (akar n-dz-r); hasrah diterjemahkan 'penyesalan' (akar h-s-r); qudiya l-amr diterjemahkan 'perkara diputuskan' (akar q-d-y); ghaflah diterjemahkan 'kelalaian' (akar gh-f-l). Selaras.