إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ

Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan siapa yang ada di atasnya, dan kepada Kami mereka dikembalikan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَاinnaa nahnu naritsu l-ardha wa-man 'alayhaasesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan siapa yang ada di atasnya
  2. وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَwa-ilaynaa yurja'uunadan kepada Kami mereka dikembalikan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. نَحْنُnahnuKami
  3. نَرِثُnaritsuKami mewarisi
  4. الْأَرْضَl-ardhabumi
  5. وَمَنْwa-mandan orang yang
  6. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  7. وَإِلَيْنَاwa-ilaynaadan kepada Kami
  8. يُرْجَعُونَyurja'uunamereka dikembalikan

Inti bacaan

Penegasan kepemilikan akhir: 'Kamilah yang mewarisi bumi. kepada Kami mereka dikembalikan', pengingat bahwa segala kepemilikan duniawi bersifat sementara dan akan kembali kepada sumber aslinya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat penutup bagian ini menegaskan kepemilikan akhir atas segala sesuatu, sebuah jawaban tersirat atas perselisihan tentang Isa: pada akhirnya, kembalinya segala sesuatu tetap kepada Allah, terlepas dari perselisihan manusia.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian kisah Zakaria-Yahya-Maryam-Isa dengan mengalihkan fokus dari perselisihan manusia ke kepastian yang lebih besar: segala sesuatu, termasuk bumi itu sendiri, akan kembali kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata mewarisi untuk diri-Nya. Kata warisan. Yang tak pernah mati menyebut diri-Nya ahli waris atas semua yang mati.
  • Yang diwarisi bukan cuma bumi, melainkan siapa yang ada di atasnya. Penghuninya ikut. Yang mengira memiliki tanah ternyata bagian dari yang diwariskan.
  • Allah menaruh ayat ini sesudah perselisihan tentang Isa. Sebagai penutup. Perbedaan pendapat manusia ditutup dengan menyebut kepada siapa semuanya kembali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-r-ts, a-r-d, r-j-'): narithu diterjemahkan 'mewarisi' (akar w-r-ts); yurja'uun diterjemahkan 'dikembalikan' (akar r-j-'). footnote-marker dibuang.