إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا
Ketika ia berkata kepada bapaknya, “Wahai Bapakku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak bermanfaat bagimu sedikit pun?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِidz qaala li-abiihi yaa abatiketika ia berkata kepada bapaknya, wahai Bapakku
- لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُlima ta'budu maa laa yasma'u wa-laa yubsirumengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar dan tidak melihat
- وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًاwa-laa yughnii anka shay'andan tidak bermanfaat bagimu sedikit pun
Catatan pilihan kata (ringkas)
Ayat verba/nomina gny non-sebutan: passthrough terjemahan lain (laa yughnii 'tidak berguna/bermanfaat' dkk., konsisten; sub-putusan verba terdokumentasi di PENDING); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun passthrough (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di PENDING). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. ⚠ 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. Lih.. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').
Aplikasi
Pendekatan Ibrahim kepada ayahnya dimulai dengan pertanyaan yang jujur dan langsung, bukan konfrontasi kasar: 'mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat?', kritik disampaikan lewat pertanyaan yang mengajak berpikir, bukan penghakiman langsung. Konkretnya: menyampaikan kritik terhadap keyakinan orang yang dicintai lewat pertanyaan reflektif (bukan tuduhan langsung) adalah pendekatan yang lebih menghormati sekaligus efektif membuka ruang dialog.