يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا
Wahai Bapakku, janganlah menyembah setan; sesungguhnya setan itu durhaka kepada Ar-Rahman.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَyaa abati laa ta'budi sy-syaythaanawahai Bapakku, janganlah menyembah setan
- إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّاinna sy-syaythaana kaana li-r-rahmaani 'ashiyyansesungguhnya setan itu durhaka kepada Ar-Rahman
Terjemahan per kata (10 kata)
- يَاyaawahai
- أَبَتِabatiayahku
- لَاlaajanganlah
- تَعْبُدِta'budiengkau mengabdi
- الشَّيْطَانَsy-syaythaanasetan
- إِنَّinnasesungguhnya
- الشَّيْطَانَsy-syaythaanasetan
- كَانَkaanaadalah
- لِلرَّحْمَٰنِli-r-rahmaanibagi Ar-Rahman
- عَصِيًّا'ashiyyandurhaka
Inti bacaan
Peringatan spesifik: 'janganlah menyembah setan! Sesungguhnya setan itu sangat durhaka kepada Tuhan Ar-Rahman', pengungkapan bahwa penyembahan berhala pada dasarnya adalah bentuk mengikuti agenda destruktif yang tersembunyi di baliknya.
Penjelasan pilihan kata
'Durhaka' (asiyy): kata yang sama persis dengan 19:14 (tentang Yahya, dalam bentuk negatif 'bukanlah durhaka'), kini dipakai untuk menggambarkan setan secara langsung.
Tafsiran
Ibrahim menggeser sasaran argumennya dari berhala (benda tak berdaya) ke setan (yang justru punya kehendak, namun kehendak yang durhaka): sebuah eskalasi dari kritik terhadap objek pasif ke kritik terhadap pemberontakan aktif.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Ibrahim menyapa wahai Bapakku. Bentuk yang lembut. Larangan yang paling keras disampaikan dengan sapaan yang paling hangat.
- Allah merekam larangannya: jangan menyembah setan. Bukan patung yang ia sebut. Yang ditunjuk pihak di balik benda itu, bukan bendanya.
- Alasannya: setan durhaka kepada Ar-Rahman. Nama kasih yang dipakai. Yang dilawan setan disebut dengan sifat yang paling menyayangi, dan itu memperberat durhakanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Yang Maha Pemurah.” diterjemahkan “Ar-Rahmaan.”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).