يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا
Wahai Bapakku, sesungguhnya aku takut azab dari Ar-Rahman menimpamu sehingga engkau menjadi teman setan.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُyaa abati innii akhaafuwahai Bapakku, sesungguhnya aku takut
- أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِan yamassaka 'adzaabun mina r-rahmaaniazab dari Ar-Rahman menimpamu
- فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّاfa-takuuna li-sy-syaythaani waliyyansehingga engkau menjadi teman setan
Terjemahan per kata (12 kata)
- يَاyaawahai
- أَبَتِabatiayahku
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَخَافُakhaafuaku takut
- أَنْanbahwa
- يَمَسَّكَyamassakamenyentuhmu
- عَذَابٌ'adzaabunazab
- مِنَminadari
- الرَّحْمَٰنِr-rahmaaniAr-Rahman
- فَتَكُونَfa-takuunasehingga engkau menjadi
- لِلشَّيْطَانِli-sy-syaythaanibagi setan
- وَلِيًّاwaliyyanpelindung
Inti bacaan
Kekhawatiran tulus Ibrahim yang diungkapkan langsung: 'aku takut azab dari Ar-Rahman menimpamu', kepedulian terhadap keselamatan orang tua yang keliru, disampaikan sebagai kekhawatiran kasih sayang, bukan ancaman dingin.
Penjelasan pilihan kata
'Teman' (waliyy): facet lain lagi dari akar wly, kini bermakna kedekatan/keberpihakan, berbeda dari facet 'ahli waris' (19:5) maupun 'pelindung selain Allah' (18:50/102).
Tafsiran
Ajakan Ibrahim berpuncak pada kekhawatiran, bukan ancaman: ia menutup rangkaian argumennya dengan menyatakan rasa takutnya sendiri atas nasib ayahnya, sebuah nada personal yang melunakkan seluruh argumen sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Ibrahim menyebut rasa takutnya sendiri. Bukan mengancam. Yang disampaikan keadaan dadanya, bukan akibat yang menunggu.
- Sapaan wahai Bapakku diulang di tiap ayat rangkaian ini. Berulang. Kelembutannya dipertahankan sampai kalimat yang paling keras.
- Allah merekam ia memakai nama Ar-Rahman untuk yang mengazab. Nama kasih. Bahkan peringatan tentang azab disampaikan dengan sebutan yang menyayangi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Tuhan) Yang Maha Pemurah” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).