وَوَهَبْنَا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنَا أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّا
Dan Kami anugerahkan kepadanya sebagian dari rahmat Kami: saudaranya, Harun, sebagai nabi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَوَهَبْنَا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنَاwa-wahabnaa lahu min rahmatinaadan Kami anugerahkan kepadanya sebagian dari rahmat Kami
- أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّاakhaahu haaruuna nabiyyansaudaranya, Harun, sebagai nabi
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَوَهَبْنَاwa-wahabnaadan Kami menganugerahkan
- لَهُlahubaginya
- مِنْmindari
- رَحْمَتِنَاrahmatinaarahmat Kami
- أَخَاهُakhaahusaudaranya
- هَارُونَhaaruunaHarun
- نَبِيًّاnabiyyannabi
Inti bacaan
Anugerah pendamping: saudaranya Harun dijadikan nabi juga, dukungan keluarga yang diberikan secara resmi, mengakui pentingnya kolaborasi dan dukungan dalam mengemban tanggung jawab besar, bukan menanggung semuanya sendirian.
Penjelasan pilihan kata
Anugerah bagi Musa di sini datang dalam bentuk seorang saudara yang diangkat sebagai nabi pula: dukungan yang diberikan lewat kehadiran orang lain, bukan sekadar kemampuan pribadi yang ditambahkan.
Tafsiran
Pengangkatan Harun sebagai nabi digambarkan sebagai bagian dari rahmat bagi Musa sendiri: sebuah anugerah yang bersifat relasional, memberi Musa pendamping dalam tugasnya, bukan hanya kemampuan tambahan bagi dirinya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Harun sebagai sebagian dari rahmat-Nya kepada Musa. Seorang saudara disebut rahmat. Yang diberikan bukan barang, melainkan orang.
- Kedudukan yang Dia berikan kepadanya nabi. Bukan pembantu. Yang menemani diberi kedudukan yang sama, bukan di bawahnya.
- Allah memberikannya atas permintaan Musa yang direkam di surah lain. Doanya dikabulkan. Yang paling diperlukan seorang yang diutus ternyata teman, dan itu ia minta sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu (menjadikan)…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' tanpa kata sandang al-.