فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Kemudian, datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsu. Maka kelak mereka akan menemui kesesatan,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌfa-khalafa min ba'dihim khalfunkemudian datanglah setelah mereka pengganti
- أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِadhaa'uu sh-shalaata wa-ttaba'uu sy-syahawaatiyang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsu
- فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّاfa-sawfa yalqawna ghayyanmaka kelak mereka akan menemui kesesatan
Terjemahan per kata (11 kata)
- فَخَلَفَfa-khalafamaka datanglah sesudah mereka
- مِنْmindari
- بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
- خَلْفٌkhalfunpengganti
- أَضَاعُواadhaa'uumereka menyia-nyiakan
- الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
- وَاتَّبَعُواwa-ttaba'uudan mereka mengikuti
- الشَّهَوَاتِsy-syahawaatisyahwat
- فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
- يَلْقَوْنَyalqawnamereka menemui
- غَيًّاghayyankesesatan
Inti bacaan
Peringatan tegas tentang generasi pengganti yang 'mengabaikan kewajiban terstruktur (salat) dan mengikuti hawa nafsu. akan tersesat', kelalaian terhadap kewajiban terstruktur dikaitkan langsung dengan mengikuti keinginan sesaat tanpa kendali, sebuah pola kemunduran yang bisa terjadi lintas generasi jika tidak dijaga secara sadar.
Penjelasan pilihan kata
'Mengabaikan' (adaa'uu, akar dy'), bukan berarti berhenti sama sekali secara formal, melainkan menyia-nyiakan/melalaikan; salat yang sebelumnya jadi ciri para nabi (19:31, 19:55) di sini justru ditinggalkan oleh generasi sesudahnya.
Tafsiran
Ayat ini adalah titik balik tajam dalam surah: setelah rangkaian panjang nabi yang taat, muncul generasi pengganti yang justru menyia-nyiakan salat dan mengikuti hawa nafsu. Kontrasnya dibuat sangat tegas: dari sujud dan menangis (19:58) ke pengabaian total.
Renungan dan Hikmah
- 'Mengabaikan salat' di sini bukan digambarkan sebagai tindakan berhenti total secara formal, melainkan penyia-nyiaan, kehilangan esensi dan kesungguhannya sambil mengikuti keinginan sendiri.
- Ayat ini menempatkan pengabaian salat bersanding langsung dengan mengikuti hawa nafsu sebagai sebab-akibat yang sama, bukan dua persoalan terpisah, melainkan satu pola kemerosotan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…ngganti yang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsu…”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').