وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

“Dan tidaklah kami turun kecuali dengan perintah Tuhanmu; milik-Nya segala yang di hadapan kami, yang di belakang kami, dan yang di antara keduanya; dan Tuhanmu bukanlah pelupa,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَwa-maa natanazzalu illaa bi-amri rabbikadan tidaklah kami turun kecuali dengan perintah Tuhanmu
  2. لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَlahu maa bayna aydiinaa wa-maa khalfanaa wa-maa bayna dzaalikamilik-Nya segala yang di hadapan kami, yang di belakang kami, dan yang di antara keduanya
  3. وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّاwa-maa kaana rabbuka nasiyyandan Tuhanmu bukanlah pelupa

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. نَتَنَزَّلُnatanazzalukami turun
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. بِأَمْرِbi-amridengan perintah
  5. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  6. لَهُlahubaginya
  7. مَاmaaapa yang
  8. بَيْنَbaynadi antara
  9. أَيْدِينَاaydiinaatangan Kami
  10. وَمَاwa-maadan apa yang
  11. خَلْفَنَاkhalfanaabelakang kami
  12. وَمَاwa-maadan apa yang
  13. بَيْنَbaynadi antara
  14. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  15. وَمَاwa-maadan tidaklah
  16. كَانَkaanaadalah
  17. رَبُّكَrabbukaTuhanmu
  18. نَسِيًّاnasiyyanyang dilupakan

Inti bacaan

Pengakuan jujur dari malaikat: 'tidaklah kami turun kecuali dengan perintah Tuhanmu', bahkan makhluk yang membawa wahyu tidak bertindak atas inisiatif sendiri, melainkan dalam kerangka otoritas yang lebih besar, sebuah model kepatuhan yang tertib.

Penjelasan pilihan kata

Suara 'kami' di sini tidak diberi nama oleh teks: tradisi mengidentifikasinya sebagai malaikat/Jibril, namun ayat sendiri membiarkannya tanpa penamaan eksplisit.

Tafsiran

Ayat ini menjawab keresahan tentang jeda dalam turunnya wahyu: penundaan bukan tanda kelupaan Tuhan, melainkan kepatuhan penuh sang penyampai pesan pada waktu yang ditetapkan Tuhan sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka menyebut turunnya bukan atas kemauan sendiri. Dengan perintah. Yang membawa wahyu pun tak menentukan waktunya.
  • Tiga ruang disebut: di hadapan, di belakang, dan di antara keduanya. Ketiganya. Tak ada celah yang tak disebut.
  • Allah menutup dengan Tuhanmu bukanlah pelupa. Menjawab keresahan. Jeda yang terasa lama diberi nama, dan namanya bukan lupa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-z-l, a-m-r, r-b-b, b-y-n, y-d-y, kh-l-f, k-w-n, n-s-y): natanazzalu diterjemahkan 'kami turun' (akar n-z-l); bi-amr rabbik diterjemahkan 'dengan perintah Tuhanmu' (akar '-m-r); maa kaana rabbuka nasiyyan diterjemahkan 'Tuhanmu bukan pelupa' (akar n-s-y NSY). gloss '(Jibril)' dibuang.