وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا

Dan manusia berkata, “Apakah apabila aku telah mati, kelak aku benar-benar akan dikeluarkan hidup kembali?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَيَقُولُ الْإِنْسَانُwa-yaquulu l-insaanudan manusia berkata
  2. أَإِذَا مَا مِتُّa-idzaa maa mittuapakah apabila aku telah mati
  3. لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّاla-sawfa ukhraju hayyankelak aku benar-benar akan dikeluarkan hidup kembali

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَيَقُولُwa-yaquuludan ia berkata
  2. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  3. أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
  4. مَاmaaapa yang
  5. مِتُّmittuaku mati
  6. لَسَوْفَla-sawfasungguh kelak
  7. أُخْرَجُukhrajuaku dikeluarkan
  8. حَيًّاhayyanhidup

Inti bacaan

Keraguan manusia terhadap kebangkitan diungkapkan jujur: 'Apakah apabila aku telah mati, kelak aku benar-benar akan dikeluarkan hidup kembali?', pertanyaan yang sah diajukan, mengundang jawaban logis di ayat berikutnya alih-alih diabaikan.

Penjelasan pilihan kata

Pertanyaan ini membuka bagian penutup surah, beralih dari kisah para nabi ke keberatan umum manusia terhadap kebangkitan.

Tafsiran

Setelah rangkaian panjang kisah nabi yang taat dan generasi pengganti yang menyia-nyiakan salat (19:59), surah kini beralih ke keberatan yang lebih mendasar: keraguan tentang kebangkitan itu sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam keberatan manusia tentang kebangkitan. Diberi tempat. Pertanyaannya dituliskan lengkap sebelum dijawab.
  • Yang mereka pakai keadaan diri sendiri: apabila aku telah mati. Bukan orang lain. Keberatannya disusun dari apa yang paling ia yakini terjadi.
  • Allah berpindah dari kisah para nabi ke keberatan umum manusia. Berganti pokok. Sesudah yang taat diceritakan, yang meragukan diberi giliran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-n-s, m-w-t, kh-r-j, h-y-y): mittu diterjemahkan 'aku mati' (akar m-w-t); ukhraju hayyan diterjemahkan 'dikeluarkan hidup' (akar kh-r-j + akar h-y-y). gloss '(kafir)' dibuang.