أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا

Dan tidakkah manusia mengingat bahwa Kami telah menciptakannya dahulu, padahal ia belum berwujud sama sekali?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُa-wa-laa yadzkuru l-insaanudan tidakkah manusia mengingat
  2. أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُannaa khalaqnaahu min qablubahwa Kami telah menciptakannya dahulu
  3. وَلَمْ يَكُ شَيْئًاwa-lam yaku syay'anpadahal ia belum berwujud sama sekali

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. أَوَلَاa-wa-laadan tidakkah
  2. يَذْكُرُyadzkurumenyebut
  3. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  4. أَنَّاannaabahwa Kami
  5. خَلَقْنَاهُkhalaqnaahuKami menciptakannya
  6. مِنْmindari
  7. قَبْلُqablusebelumnya
  8. وَلَمْwa-lamdan tidak
  9. يَكُyakuadalah
  10. شَيْئًاsyay'ansedikit pun

Inti bacaan

Jawaban sederhana namun kuat: 'tidakkah manusia mengingat bahwa Kami telah menciptakannya dahulu, padahal ia belum berwujud sama sekali?', argumen yang sama diulang (penciptaan pertama sebagai bukti kemungkinan penciptaan kedua) karena kekuatannya yang tidak berkurang.

Penjelasan pilihan kata

'Mengingat' (yadzkuru): akar yang sama dengan 'kisah/peringatan' yang dominan sepanjang teks, kini dalam bentuk pertanyaan retoris tentang ingatan manusia sendiri.

Tafsiran

Jawaban atas keraguan di ayat sebelumnya sama dengan yang diberikan kepada Zakaria (19:9) dan Maryam (19:21): penciptaan pertama dari ketiadaan adalah bukti bahwa penciptaan kedua bukan hal yang mustahil.

Renungan dan Hikmah

  • Keraguan tentang kebangkitan dijawab bukan dengan argumen baru, melainkan dengan mengingatkan fakta yang sudah dialami setiap orang: penciptaan pertama dari ketiadaan, yang jauh lebih mustahil secara intuitif daripada penciptaan ulang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar dz-k-r, a-n-s, kh-l-q, q-b-l, k-w-n, sh-y-a): yadhkuru diterjemahkan 'mengingat (menyadari)' (akar dz-k-r); khalaqnaahu diterjemahkan 'menciptakannya' (akar kh-l-q). gloss '(sebelumnya)' dibuang.