ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَىٰ بِهَا صِلِيًّا

Selanjutnya, Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang paling layak masuk ke dalamnya untuk dibakar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَtsumma la-nahnu a'lamu bi-lladziinaselanjutnya, Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang
  2. هُمْ أَوْلَىٰ بِهَا صِلِيًّاhum awlaa bihaa shiliyyanpaling layak masuk ke dalamnya untuk dibakar

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. لَنَحْنُla-nahnusungguh Kamilah
  3. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  4. بِالَّذِينَbi-lladziinaterhadap orang-orang yang
  5. هُمْhummereka
  6. أَوْلَىٰawlaalebih berhak
  7. بِهَاbihaake dalamnya
  8. صِلِيًّاshiliyyanmemasukinya

Inti bacaan

Penegasan bahwa pengetahuan tentang siapa yang paling layak menerima konsekuensi ada pada otoritas yang lebih menyeluruh, kerendahan hati untuk tidak menghakimi secara pasti siapa yang 'lebih pantas' dibanding orang lain.

Penjelasan pilihan kata

'Untuk dibakar' (siliyyan): kata yang secara khusus menandai kelayakan terbakar di dalam neraka, melengkapi proses seleksi yang dimulai di ayat sebelumnya.

Tafsiran

Pengetahuan Tuhan yang ditegaskan di sini menutup proses seleksi, bukan proses acak, melainkan didasarkan pada pengetahuan yang lebih mendalam daripada penilaian manusia sendiri atas dirinya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia lebih mengetahui siapa yang paling layak. Bukan yang paling terlihat buruk. Yang menilai bukan mata manusia.
  • Kata yang dipakai paling layak. Bentuk perbandingan. Yang disebut bukan semua yang berdosa, melainkan urutannya.
  • Allah menaruhnya sebagai penutup proses pemilahan. Sesudah golongan dipisahkan. Yang memisahkan diberi keterangan bahwa Dia yang paling tahu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).