ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا
Kemudian Kami selamatkan orang-orang yang bertakwa, dan Kami biarkan orang-orang yang zalim di dalamnya dalam keadaan bertekuk lutut.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْاtsumma nunajjii lladziina ttaqawkemudian Kami selamatkan orang-orang yang bertakwa
- وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّاwa-nadzaru zh-zhaalimiina fiihaa jitsiyyandan Kami biarkan orang-orang yang zalim di dalamnya dalam keadaan bertekuk lutut
Terjemahan per kata (8 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- نُنَجِّيnunajjiiKami menyelamatkan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اتَّقَوْاttaqawbertakwa
- وَنَذَرُwa-nadzarudan Kami membiarkan
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- جِثِيًّاjitsiyyanberlutut
Inti bacaan
Pembeda akhir yang jelas: yang bertakwa diselamatkan, yang zalim dibiarkan, hasil akhir dari proses yang sama (melewati ujian) berbeda tergantung sepenuhnya pada pilihan hidup yang telah dijalani sebelumnya.
Penjelasan pilihan kata
'Bertekuk lutut' (jitsiyyan): kata yang sama persis dengan 19:68, diverifikasi morfologi, kini menandai kondisi akhir mereka yang tertinggal setelah orang bertakwa diselamatkan.
Tafsiran
Ayat ini menuntaskan proses yang dimulai di 19:68-70: setelah semua melewati titik yang sama, terjadi pemisahan akhir, yang bertakwa diselamatkan, yang zalim ditinggalkan dalam keadaan yang sama seperti digambarkan sejak awal.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai dua kata yang berbeda: menyelamatkan, dan membiarkan. Bukan menghukum. Yang zalim tak digerakkan ke mana-mana, cuma ditinggal.
- Keduanya melewati tempat yang sama lebih dahulu. Pemisahannya terjadi sesudah. Yang membedakan bukan jalannya, melainkan apa yang dibawa.
- Allah memakai kata bertekuk lutut, sama dengan beberapa ayat sebelumnya. Kata yang diulang. Keadaan yang digambarkan di awal ternyata keadaan akhir mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-j-w, w-q-y, w-dz-r, zh-l-m, j-ts-w): nunajjii diterjemahkan 'menyelamatkan' (akar n-j-w); ittaqaw diterjemahkan 'bertakwa' (akar w-q-y); nadharu diterjemahkan 'membiarkan' (akar w-dz-r); jithiyy diterjemahkan 'bertekuk lutut' (akar j-ts-w). gloss '(neraka)' dibuang.