قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا

Katakanlah, “Siapa yang berada dalam kesesatan, biarlah Ar-Rahman memperpanjang waktu baginya.” Hingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik azab maupun Kiamat, mereka akan mengetahui siapa yang lebih buruk kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِqul man kaana fii dh-dhalaalatikatakanlah, siapa yang berada dalam kesesatan
  2. فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَٰنُ مَدًّاfa-l-yamdud lahu r-rahmaanu maddanbiarlah Ar-Rahman memperpanjang waktu baginya
  3. حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَhattaa idzaa ra'aw maa yuu'aduunahingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka
  4. إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَimmaa l-'adzaaba wa-immaa s-saa'atabaik azab maupun Kiamat
  5. فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًاfa-sa-ya'lamuuna man huwa syarrun makaanan wa-adh'afu jundanmereka akan mengetahui siapa yang lebih buruk kedudukannya dan lebih lemah bala tentaranya

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. مَنْmanorang yang
  3. كَانَkaanaadalah
  4. فِيfiidalam
  5. الضَّلَالَةِdh-dhalaalatikesesatan
  6. فَلْيَمْدُدْfa-l-yamdudmaka hendaklah ia merentangkan
  7. لَهُlahubaginya
  8. الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
  9. مَدًّاmaddandengan panjang
  10. حَتَّىٰhattaasampai
  11. إِذَاidzaaapabila
  12. رَأَوْاra'awmereka melihat
  13. مَاmaaapa yang
  14. يُوعَدُونَyuu'aduunamereka dijanjikan
  15. إِمَّاimmaajika
  16. الْعَذَابَl-'adzaabaazab
  17. وَإِمَّاwa-immaadan adapun jika
  18. السَّاعَةَs-saa'atahari Kiamat
  19. فَسَيَعْلَمُونَfa-sa-ya'lamuunamaka kelak mereka mengetahui
  20. مَنْmanorang yang
  21. هُوَhuwaia
  22. شَرٌّsyarrunkeburukan
  23. مَكَانًاmakaanantempat
  24. وَأَضْعَفُwa-adh'afudan lebih lemah
  25. جُنْدًاjundantentara

Inti bacaan

Penundaan konsekuensi bagi yang sesat dijelaskan sebagai proses yang berjalan sampai mereka 'melihat apa yang diancamkan', pemberian waktu bukan tanda pembiaran, melainkan bagian dari proses yang akan berujung pada kejelasan penuh pada waktunya.

Penjelasan pilihan kata

'Memperpanjang' (yamdud/maddan): akar yang sama akan muncul lagi di 19:79 untuk azab yang diperpanjang; penangguhan waktu di sini bukan tanda pembiaran permanen, melainkan kesempatan yang punya batas.

Tafsiran

Jawaban ini membalikkan pertanyaan sebelumnya tentang kedudukan yang lebih baik: waktu tambahan yang diberikan kepada orang yang sesat bukan tanda mereka benar, melainkan penangguhan sebelum kenyataan sesungguhnya terungkap.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh menyatakan Ar-Rahman memperpanjang waktu bagi yang sesat. Memakai nama kasih-Nya. Kelonggaran yang mereka nikmati datang dari sifat yang sedang mereka abaikan.
  • Batas yang Allah sebut hingga mereka melihat apa yang diancamkan. Ada ujungnya. Perpanjangan itu bukan pembebasan, melainkan jeda yang sudah punya penutup.
  • Yang akan mereka ketahui siapa yang lebih buruk kedudukannya dan lebih lemah tentaranya. Dua ukuran yang mereka pakai sendiri. Perbandingan yang mereka menangkan sekarang diputuskan dengan takaran yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Tuhan Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).