وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا

Dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan, dan ia datang kepada Kami seorang diri.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُwa-naritsuhu maa yaquuludan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan
  2. وَيَأْتِينَا فَرْدًاwa-ya'tiinaa fardandan ia datang kepada Kami seorang diri

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَنَرِثُهُwa-naritsuhudan Kami mewarisinya
  2. مَاmaaapa yang
  3. يَقُولُyaquuluberkata
  4. وَيَأْتِينَاwa-ya'tiinaadan datang kepada Kami
  5. فَرْدًاfardanseorang diri

Inti bacaan

Ironi tajam: harta dan anak yang dibanggakan justru akan 'diwarisi kembali', dan ia akan datang 'seorang diri', segala yang dikumpulkan tidak menyertai pada akhirnya, kesendirian akhir menjadi kenyataan yang tak terelakkan meski sepanjang hidup dikelilingi kekayaan.

Penjelasan pilihan kata

'Seorang diri' (fardan): harta dan anak yang diklaim akan dimiliki sosok ini pada akhirnya tidak menyertainya; ia akan datang tanpa satu pun dari yang diklaimnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup episode klaim palsu ini dengan pembalikan total: apa yang diklaim akan dimiliki justru akan diwarisi kembali oleh Allah, dan pemiliknya sendiri datang dalam keadaan benar-benar sendiri, tanpa harta maupun anak yang dibanggakannya.

Renungan dan Hikmah

  • Klaim kepemilikan harta dan anak yang dibanggakan di dunia digambarkan berakhir dengan kedatangan seorang diri tanpa satu pun dari keduanya, pengingat bahwa kepemilikan duniawi tidak menyertai seseorang pada akhirnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-r-ts, q-w-l, a-t-y, f-r-d): narithuhu diterjemahkan 'mewarisi (mengambil kembali)' (akar w-r-ts); fardan diterjemahkan 'seorang diri' (akar f-r-d). gloss '(harta dan anak)' dibuang.