وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا
Mereka telah menjadikan selain Allah sebagai tuhan-tuhan agar menjadi kedigdayaan bagi mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةًwa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatanmereka telah menjadikan selain Allah sebagai tuhan-tuhan
- لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّاli-yakuunuu lahum 'izzanagar menjadi kedigdayaan bagi mereka
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَاتَّخَذُواwa-ttakhadzuudan mereka mengambil
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
- لِيَكُونُواli-yakuunuuagar mereka menjadi
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عِزًّا'izzankemuliaan
Inti bacaan
Tuhan-tuhan palsu diambil 'agar menjadi kedigdayaan bagi mereka', mencari kekuatan dan status dari sumber yang salah, sebuah strategi yang akan terbukti gagal total di ayat berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
'Kedigdayaan' (izzan): akar yang sama dengan gelar 'Sang Digdaya' (al-aziiz) yang dipakai untuk Allah di tempat lain; ironisnya, tuhan-tuhan palsu ini diharapkan memberikan kualitas yang justru hanya sah dimiliki Allah.
Tafsiran
Motivasi di balik penyembahan berhala di sini diungkap eksplisit, bukan sekadar tradisi, melainkan harapan mendapatkan kedigdayaan lewat perantaraan tuhan-tuhan palsu, sebuah harapan yang segera dipatahkan di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka menjadikan tuhan-tuhan selain-Nya agar menjadi kedigdayaan bagi mereka. Alasannya kekuatan. Yang dicari bukan kebenaran, melainkan sandaran yang menambah wibawa.
- Tujuan yang disebut agar sesembahan itu menjadi kedigdayaan bagi mereka. Untuk kepentingan penyembah. Hubungan itu disusun terbalik sejak awal.
- Allah menyusulkan: sekali-kali tidak, mereka akan mengingkari penyembahan itu dan menjadi lawan bagi mereka. Berbalik. Yang diambil sebagai kekuatan berakhir sebagai penentang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
izzan INDEF diterjemahkan 'menjadi kedigdayaan bagi mereka' (terjemahan lain 'pembela' = tafsir bebas; nomina akar d-i-k-e-m-b-a-l-i-k-a-n). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.