وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا

dan Kami giring para pendurhaka ke Jahanam dalam keadaan dahaga.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَwa-nasuuqu l-mujrimiinadan Kami giring para pendurhaka
  2. إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًاilaa jahannama wirdanke Jahanam dalam keadaan dahaga

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَنَسُوقُwa-nasuuqudan Kami menggiring
  2. الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa
  3. إِلَىٰilaakepada
  4. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  5. وِرْدًاwirdanrombongan

Inti bacaan

Kontras tajam: para pendurhaka digiring 'dalam keadaan dahaga', deskripsi fisik yang konkret menggambarkan kesengsaraan sebagai konsekuensi, berlawanan dengan penyambutan terhormat bagi yang bertakwa.

Penjelasan pilihan kata

'Digiring': kontras langsung dengan 'rombongan terhormat' di ayat sebelumnya; kedua kelompok sama-sama bergerak menuju tujuan mereka, namun dengan cara yang sepenuhnya berlawanan.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi kontras yang dimulai di ayat sebelumnya: penyambutan sebagai tamu terhormat versus penggiringan dalam keadaan dahaga, dua nasib yang berlawanan total meski keduanya menuju pertemuan dengan Tuhan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata menggiring. Bukan mengantar. Kata yang biasa dipakai untuk ternak, dan itu lawan dari sambutan di ayat sebelumnya.
  • Keadaan yang disebut dahaga. Bukan takut. Yang digambarkan rasa badan, dan itu lebih dekat daripada uraian tentang siksa.
  • Allah menaruhnya tepat sesudah rombongan terhormat. Bersebelahan. Dua-duanya bergerak ke tujuan masing-masing, dan caranya yang berbeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-w-q, j-r-m, w-r-d): nasuuqu diterjemahkan 'menggiring' (akar s-w-q); mujrimiin diterjemahkan 'para pendurhaka' (akar j-r-m); wird diterjemahkan 'keadaan dahaga'. Selaras.