وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا

Mereka berkata, “Ar-Rahman telah mengangkat anak.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًاwa-qaaluu ttakhadza r-rahmaanu waladanmereka berkata, Ar-Rahman telah mengangkat anak

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. اتَّخَذَttakhadzamengambil
  3. الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
  4. وَلَدًاwaladananak

Inti bacaan

Klaim serius diungkap: 'Ar-Rahman telah mengangkat anak', pernyataan teologis keliru yang akan segera dibantah dengan kuat di ayat-ayat berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

'Anak' (waladan): akar yang sama akan muncul lagi di 19:91-92, diverifikasi morfologi; klaim ini membuka bagian paling tegas dalam surah tentang penolakan gagasan Allah memiliki anak, menggemakan penegasan yang sama di 19:35.

Tafsiran

Klaim ini adalah puncak dari seluruh kesalahpahaman tentang Allah yang dibahas surah ini, bukan sekadar penyembahan berhala biasa, melainkan atribusi keturunan kepada Ar-Rahman sendiri, klaim yang direspons dengan bahasa paling keras dalam surah ini di ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ucapan mereka dalam satu baris: Ar-Rahman telah mengangkat anak. Tanpa alasan. Yang paling besar akibatnya diucapkan dengan kalimat yang paling pendek.
  • Nama yang mereka pakai Ar-Rahman. Sifat kasih-Nya. Yang dipakai menyandarkan anak justru nama yang paling menunjuk kemurahan tanpa memerlukan.
  • Allah menjawabnya dengan menyebut langit hampir pecah dan bumi terbelah. Tiga ayat sesudahnya. Kalimat sependek satu baris dijawab dengan gambaran seluas alam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““(Allah) Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).