تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا
hampir saja langit pecah karenanya, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُtakaadu s-samaawaatu yatafaththarna minhuhampir saja langit pecah karenanya
- وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُwa-tansyaqqu l-ardhudan bumi terbelah
- وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّاwa-takhirru l-jibaalu haddandan gunung-gunung runtuh berkeping-keping
Terjemahan per kata (9 kata)
- تَكَادُtakaaduhampir
- السَّمَاوَاتُs-samaawaatulangit
- يَتَفَطَّرْنَyatafaththarnamereka hampir pecah
- مِنْهُminhudarinya
- وَتَنْشَقُّwa-tansyaqqudan terbelah
- الْأَرْضُl-ardhubumi
- وَتَخِرُّwa-takhirrudan runtuh
- الْجِبَالُl-jibaalugunung-gunung
- هَدًّاhaddanruntuh
Inti bacaan
Gambaran kosmis yang dramatis: langit hampir pecah, bumi terbelah, gunung runtuh, skala reaksi alam semesta yang digambarkan menunjukkan betapa fundamentalnya kesalahan dari klaim tersebut terhadap tatanan realitas.
Penjelasan pilihan kata
Tiga elemen paling kokoh dalam gambaran kosmis (langit, bumi, gunung) semuanya digambarkan nyaris runtuh oleh satu klaim ini: sebuah hiperbola yang menegaskan beratnya pelanggaran, bukan deskripsi peristiwa fisik literal yang benar-benar terjadi.
Tafsiran
Bahasa yang dipakai di sini adalah salah satu yang paling dramatis dalam Al-Qur'an untuk menyatakan penolakan: reaksi kosmis yang digambarkan menekankan betapa fundamentalnya kesalahan mengatributkan anak kepada Allah, melampaui sekadar kesalahan teologis biasa.
Renungan dan Hikmah
- Gambaran langit nyaris pecah dan gunung nyaris runtuh adalah bahasa hiperbolis untuk menyatakan beratnya sebuah klaim, bukan laporan peristiwa fisik yang benar-benar terjadi, intensitas emosional-teologis diungkapkan lewat citra kosmis, bukan klaim geologis.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-d, s-m-w, f-t-r, sh-q-q, a-r-d, kh-r-r, j-b-l, h-d-d): takaadu diterjemahkan 'hampir' (akar k-w-d); yatafattarna diterjemahkan 'pecah (terbelah)' (akar f-t-r, seakar fatara 'menciptakan/membelah'); tanshaqqu diterjemahkan 'terbelah' (akar sh-q-q); takhirru diterjemahkan 'runtuh' (akar kh-r-r). gloss '(Karena ucapan itu)' dibuang.