إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا
Sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, Ar-Rahman akan menanamkan rasa sayang bagi mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِinna lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatisesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh
- سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّاsa-yaj'alu lahumu r-rahmaanu wuddanAr-Rahman akan menanamkan rasa sayang bagi mereka
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- سَيَجْعَلُsa-yaj'aluakan menjadikan
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
- وُدًّاwuddanrasa sayang
Inti bacaan
Janji indah bagi yang beriman dan beramal saleh: Ar-Rahman 'akan menanamkan rasa sayang dalam hati mereka', kasih sayang antar sesama manusia yang tulus digambarkan sebagai anugerah yang ditanamkan, bukan sekadar hasil usaha sosial semata. Konkretnya: menjaga keimanan dan konsistensi amal saleh berkontribusi pada terbentuknya hubungan yang penuh kasih sayang secara alami, investasi spiritual pribadi memiliki dampak positif pada kualitas relasi sosial.
Penjelasan pilihan kata
'Rasa sayang' (wuddan): akar tersendiri yang berbeda dari 'kasih sayang' (rahmah) atau akar cinta lain di tempat berbeda; dijaga sebagai kata sendiri untuk menghindari tumpang tindih dengan akar-akar lain yang mirip maknanya.
Tafsiran
Setelah gambaran panjang tentang kondisi sendiri-sendiri di hari Kiamat, ayat ini menawarkan penyeimbang: bagi yang beriman dan beramal saleh, ada rasa sayang yang ditanamkan, bukan kesendirian yang dingin, melainkan hubungan yang dipenuhi kehangatan.
Renungan dan Hikmah
- Yang menanamkan rasa sayang itu disebut dengan nama Ar-Rahman. Bukan nama lain. Kasih yang tumbuh di antara manusia dinisbatkan kepada sifat-Nya yang paling luas, dan itu menempatkan hubungan antarsesama sebagai perpanjangan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
- Kata yang dipakai Allah menanamkan, seperti sesuatu yang diletakkan ke dalam. Bukan hasil usaha bergaul atau menyenangkan orang. Sebagian orang dicintai tanpa mengusahakannya, dan ayat ini menyebut dari mana itu datang.
- Ayat-ayat sebelumnya menggambarkan tiap orang datang sendiri-sendiri pada hari itu, dan ayat ini menjanjikan rasa sayang. Sesudah gambaran kesendirian yang dingin, Allah menyebut kehangatan. Susunan itu sendiri sebuah pesan tentang apa yang tersisa ketika segala yang lain dilepaskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “(Allah) Yang Maha Pengasih” diterjemahkan “Ar-Rahmaan”. Dalam ayat ini, 'rahmaan' bertakrif (memakai kata sandang al-).