لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَىٰ
Milik-Nya apa yang di langit, apa yang di bumi, apa yang di antara keduanya, dan apa yang di bawah tanah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِlahu maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhimilik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi
- وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَىٰwa-maa baynahumaa wa-maa tahta ts-tsaraadan apa yang di antara keduanya dan apa yang di bawah tanah
Terjemahan per kata (12 kata)
- لَهُlahubaginya
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَمَاwa-maadan apa yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- وَمَاwa-maadan apa yang
- بَيْنَهُمَاbaynahumaaantara keduanya
- وَمَاwa-maadan apa yang
- تَحْتَtahtadi bawah
- الثَّرَىٰts-tsaraatanah
Inti bacaan
Cakupan kepemilikan yang menyeluruh: langit, bumi, di antara keduanya, bahkan 'di bawah tanah', tidak ada satu pun dimensi realitas, sekecil apa pun atau sedalam apa pun, yang berada di luar jangkauan otoritas ini.
Penjelasan pilihan kata
Empat lapisan kepemilikan disebut berurutan (langit, bumi, di antara keduanya, dan di bawah tanah), cakupan yang melampaui formula tiga lapis yang lebih umum dipakai di tempat lain.
Tafsiran
Ayat ini memperluas pernyataan kepemilikan universal dari ayat sebelumnya dengan menambahkan lapisan keempat yang jarang disebut: apa yang di bawah tanah, menegaskan cakupan yang benar-benar menyeluruh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut empat lapis, bukan tiga. Yang keempat di bawah tanah. Lapisan yang jarang disebut ditambahkan di ujung.
- Yang disebut apa yang ada padanya, bukan tempatnya. Isinya. Kepemilikan itu menyangkut yang di dalam, bukan cuma wadahnya.
- Allah menaruh yang paling dalam di urutan terakhir. Sesudah langit dan bumi. Arah pandangnya turun, bukan naik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-m-w, a-r-d, b-y-n, t-h-t, ts-r-y): tharaa diterjemahkan 'tanah'. Selaras.