اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ
Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia; milik-Nya nama-nama yang terbaik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَallaahu laa ilaaha illaa huwaAllah, tidak ada tuhan kecuali Dia
- لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰlahu l-asmaa'u l-husnaamilik-Nya nama-nama yang terbaik
Terjemahan per kata (8 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- لَاlaatidak
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- لَهُlahubaginya
- الْأَسْمَاءُl-asmaa'unama-nama
- الْحُسْنَىٰl-husnaayang terbaik
Inti bacaan
Deklarasi keesaan disertai kepemilikan 'nama-nama yang terbaik', identitas dan kualitas terbaik disatukan dalam satu sumber, sebuah fondasi yang akan mendasari seluruh kisah Musa yang mengikutinya.
Penjelasan pilihan kata
'Nama-nama yang terbaik' diterjemahkan penuh, bukan dipertahankan sebagai transliterasi 'al-asmaa' al-husnaa': kata ini punya padanan leksikal langsung yang tidak memerlukan transliterasi.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian pembuka dengan pernyataan keesaan dan kepemilikan atas nama-nama terbaik: sebuah dasar teologis sebelum kisah Musa mulai diceritakan pada ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut keesaan lebih dahulu, baru nama-nama yang terbaik. Berurutan. Siapa Dia disebut sebelum bagaimana Dia dipanggil.
- Kata yang dipakai milik-Nya. Bukan Dia disebut dengan. Nama-nama itu dinyatakan sebagai kepunyaan, bukan sebagai pemberian orang.
- Allah menaruhnya tepat sebelum kisah Musa dimulai. Sebagai landasan. Yang akan diceritakan dipasangi dasarnya lebih dahulu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, s-m-w, h-s-n): laa ilaah illaa huwa diterjemahkan 'tidak ada tuhan kecuali Dia' (ilaah dijaga harfiah); al-asmaa' al-husnaa diterjemahkan 'nama-nama yang terbaik' (DITERJEMAH, spt 7:180). Selaras.