إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ ۖ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى
sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskanlah kedua terompahmu; sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنِّي أَنَا رَبُّكَinnii anaa rabbukasesungguhnya Aku adalah Tuhanmu
- فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَfa-khla' na'laykamaka lepaskanlah kedua terompahmu
- إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىinnaka bi-l-waadi l-muqaddasi thuwansesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa
Terjemahan per kata (9 kata)
- إِنِّيinniisesungguhnya Aku
- أَنَاanaaAku
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- فَاخْلَعْfa-khla'maka tanggalkanlah
- نَعْلَيْكَna'laykakedua terompahmu
- إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
- بِالْوَادِbi-l-waadidi lembah
- الْمُقَدَّسِl-muqaddasiyang suci
- طُوًىthuwanTuwa
Inti bacaan
Instruksi pertama sebelum wahyu utama disampaikan: melepas terompah karena berada di 'lembah yang suci', persiapan fisik dan sikap hormat diminta terlebih dahulu sebelum menerima pesan penting, menegaskan pentingnya kesiapan diri sebelum momen sakral. Konkretnya: mempersiapkan diri secara sadar (baik fisik maupun mental) sebelum momen penting atau sakral menunjukkan penghormatan terhadap momen tersebut, ritual kecil persiapan bisa membantu menandai transisi menuju keseriusan sebuah momen.
Penjelasan pilihan kata
'Tuwa' (tuwan): nama lembah ini berasal dari akar yang berbeda dari 'Tur' (tuur), nama gunung yang disebut di 19:52; keduanya diverifikasi morfologi sebagai dua kata terpisah, meski sama-sama berkaitan dengan kisah Musa dan mudah tertukar.
Tafsiran
Perintah melepas terompah menandai kesucian tempat ini: sebuah tindakan fisik sederhana yang menjadi respons langsung terhadap kedekatan dengan kehadiran ilahi.
Renungan dan Hikmah
- Sesudah Allah memperkenalkan diri-Nya, perintah pertama yang datang bukan tentang risalah atau Firaun, melainkan melepaskan terompah. Sesuatu yang kecil dan segera bisa dikerjakan. Yang besar disampaikan sesudahnya, kepada orang yang sudah lebih dulu mengerjakan sesuatu.
- Musa diberi tahu bahwa ia berada di lembah yang suci; ia tidak mengetahuinya sendiri. Tempat itu tak berbeda tampaknya dari lembah mana pun. Yang menjadikan sesuatu suci bukan yang bisa dilihat padanya, melainkan penyebutan dari Allah.
- Lembah itu diberi nama, Tuwa. Bukan dibiarkan sebagai tempat mana saja. Peristiwa sebesar itu diletakkan Allah di sebuah tempat yang punya nama dan bisa ditunjuk, bukan di ruang yang melayang tanpa keterangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-b-b, kh-l-', n-'-l, w-d-y, q-d-s, t-w-y): rabbuka diterjemahkan 'Tuhanmu' (akar r-b-b); ikhla' diterjemahkan 'lepaskanlah' (akar kh-l-'); al-waad al-muqaddas diterjemahkan 'lembah yang suci' (akar w-d-y + akar q-d-s). Selaras.