إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ ۖ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى

sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskanlah kedua terompahmu; sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِنِّي أَنَا رَبُّكَinnii anaa rabbukasesungguhnya Aku adalah Tuhanmu
  2. فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَfa-khla' na'laykamaka lepaskanlah kedua terompahmu
  3. إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىinnaka bi-l-waadi l-muqaddasi tuwansesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Tuwa
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar r-b-b, kh-l-', n-'-l, w-d-y, q-d-s, t-w-y): rabbuka diterjemahkan 'Tuhanmu' (akar r-b-b); ikhla' diterjemahkan 'lepaskanlah' (akar kh-l-'); al-waad al-muqaddas diterjemahkan 'lembah yang suci' (akar w-d-y + akar q-d-s). Selaras.

Aplikasi

Instruksi pertama sebelum wahyu utama disampaikan: melepas terompah karena berada di 'lembah yang suci', persiapan fisik dan sikap hormat diminta terlebih dahulu sebelum menerima pesan penting, menegaskan pentingnya kesiapan diri sebelum momen sakral. Konkretnya: mempersiapkan diri secara sadar (baik fisik maupun mental) sebelum momen penting atau sakral menunjukkan penghormatan terhadap momen tersebut, ritual kecil persiapan bisa membantu menandai transisi menuju keseriusan sebuah momen.