وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰ
Dan Aku telah memilihmu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَنَا اخْتَرْتُكَwa-anaa khtartukadan Aku telah memilihmu
- فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰfa-stami' li-maa yuuhaamaka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَأَنَاwa-anaadan Aku
- اخْتَرْتُكَkhtartukaAku memilihmu
- فَاسْتَمِعْfa-stami'maka dengarkanlah
- لِمَاli-maabagi apa yang
- يُوحَىٰyuuhaadiwahyukan
Inti bacaan
Pemilihan personal ditegaskan: 'Aku telah memilihmu, maka dengarkanlah', anugerah dipilih diikuti langsung dengan tanggung jawab mendengarkan dengan seksama, hak istimewa disertai kewajiban yang menyertainya.
Penjelasan pilihan kata
'Diwahyukan' (yuuhaa): bentuk pasif yang tidak menyebut penyampai wahyu secara eksplisit, mempersiapkan pernyataan langsung yang menyusul di ayat berikutnya.
Tafsiran
Pemilihan Musa dinyatakan eksplisit sebelum isi wahyu itu sendiri disampaikan: urutan yang menegaskan status Musa terlebih dahulu, baru kemudian kandungan pesannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut pilihan-Nya sebelum menyebut isi wahyu. Kau Kupilih, baru dengarkan. Kedudukannya ditetapkan lebih dahulu.
- Perintahnya cuma satu: dengarkan. Bukan bicara, bukan bergerak. Tugas pertama seorang utusan adalah menerima.
- Yang mewahyukan tidak disebut lagi di ujung kalimat. Allah baru saja menyebut diri-Nya sendiri di awal. Pengulangan tidak diperlukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.