إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَاinnanii anaa llaahu laa ilaaha illaa anaasesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku
  2. فَاعْبُدْنِيfa-'budniimaka sembahlah Aku
  3. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِيwa-aqimi sh-shalaata li-dzikriidan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنَّنِيinnaniisesungguhnya Aku
  2. أَنَاanaaAku
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. لَاlaatidak
  5. إِلَٰهَilaahatuhan
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. أَنَاanaaAku
  8. فَاعْبُدْنِيfa-'budniimaka mengabdilah kepada-Ku
  9. وَأَقِمِwa-aqimidan dirikanlah
  10. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  11. لِذِكْرِيli-dzikriiuntuk mengingat-Ku

Inti bacaan

Pesan inti yang ringkas: keesaan Tuhan, penyembahan, dan kewajiban terstruktur (salat) 'untuk mengingat-Ku', kewajiban terstruktur secara eksplisit dikaitkan dengan fungsi mengingat, bukan sekadar ritual formal tanpa makna. Konkretnya: memahami kewajiban terstruktur harian sebagai sarana konkret menjaga kesadaran dan ingatan akan tanggung jawab hidup (bukan sekadar rutinitas formal) membantu menjaganya tetap bermakna dan tidak menjadi kebiasaan kosong.

Penjelasan pilihan kata

'Untuk mengingat-Ku' (li-dzikrii): akar dzikr dalam facet inti peringatan/pengingatan kepada Allah, menautkan salat secara langsung dengan tujuan mengingat Tuhan.

Tafsiran

Wahyu pertama yang disampaikan kepada Musa berisi deklarasi keesaan diikuti dua kewajiban: penyembahan dan salat, salat di sini secara eksplisit dikaitkan dengan tujuannya sendiri, mengingat Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Salat dinyatakan di sini dengan tujuannya secara eksplisit: mengingat Allah, bukan sekadar kewajiban formal tanpa maksud, melainkan tindakan yang punya fungsi yang dinyatakan langsung oleh teks.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…hlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.…”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').