قَالَ أَلْقِهَا يَا مُوسَىٰ
Dia berfirman, “Lemparkanlah ia, wahai Musa.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ أَلْقِهَا يَا مُوسَىٰqaala alqihaa yaa muusaaDia berfirman, lemparkanlah ia, wahai Musa
Terjemahan per kata (4 kata)
- قَالَqaalaberkata
- أَلْقِهَاalqihaalemparkanlah ia
- يَاyaawahai
- مُوسَىٰmuusaaMusa
Inti bacaan
Instruksi sederhana: 'Lemparkanlah ia', perintah singkat yang akan segera menyingkap transformasi dramatis, tanpa penjelasan panjang sebelumnya.
Penjelasan pilihan kata
Perintah singkat ini tidak menjelaskan tujuannya terlebih dahulu: Musa diminta melempar tanpa diberi tahu apa yang akan terjadi.
Tafsiran
Kesederhanaan perintah ini kontras dengan kejutan besar yang akan menyusul segera: sebuah pola instruksi langsung tanpa penjelasan pendahuluan yang akan berulang dalam kisah Musa.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh tanpa menjelaskan apa yang akan terjadi. Lemparkan saja. Kejutannya disimpan.
- Namanya dipanggil di akhir perintah. Wahai Musa. Perintahnya jadi terasa pribadi.
- Kalimatnya sangat pendek, cuma beberapa kata. Allah tidak menambahkan alasan. Yang diminta menurut lebih dahulu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, l-q-y): alqihaa diterjemahkan 'lemparkanlah' (akar l-q-y). gloss '(Allah)/(tongkat)' dibuang.