قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ ۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَىٰ

Dia berfirman, “Ambillah ia dan jangan takut; Kami akan mengembalikannya pada keadaannya semula.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْqaala khudzhaa wa-laa takhafDia berfirman, ambillah ia dan jangan takut
  2. سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَىٰsa-nu'iiduhaa siiratahaa l-uulaaKami akan mengembalikannya pada keadaannya semula

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. خُذْهَاkhudzhaaambillah ia
  3. وَلَاwa-laadan janganlah
  4. تَخَفْtakhafengkau takut
  5. سَنُعِيدُهَاsa-nu'iiduhaaKami akan mengembalikannya
  6. سِيرَتَهَاsiiratahaakeadaannya
  7. الْأُولَىٰl-uulaayang semula

Inti bacaan

Instruksi menenangkan segera diberikan: 'Ambillah ia dan jangan takut', respons wajar terhadap kejutan (ketakutan) segera diatasi dengan instruksi konkret dan jaminan bahwa keadaan akan kembali normal.

Penjelasan pilihan kata

Perintah 'jangan takut' ini mengakui secara implisit bahwa reaksi wajar Musa terhadap ular itu adalah ketakutan: sebuah pengakuan atas respons manusiawi sebelum meyakinkannya.

Tafsiran

Jaminan bahwa tongkat itu akan kembali seperti semula menenangkan Musa sekaligus menegaskan bahwa perubahan ini sepenuhnya terkendali, bukan kejadian acak yang tak terduga.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruhnya mengambil ular itu. Yang baru saja membuatnya lari. Yang menakutkan diminta dipegang, bukan dijauhi.
  • Perintah jangan takut menyiratkan takutnya diakui. Tak disalahkan. Reaksinya dinyatakan wajar sebelum diminta berubah.
  • Allah menambahkan jaminan mengembalikannya seperti semula. Sesudah perintah. Yang diminta memegang diberi tahu apa yang akan terjadi sesudahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-kh-dz, kh-w-f, '-w-d, s-y-r, a-w-l): khudhhaa diterjemahkan 'ambillah' (akar '-kh-dz); takhaf diterjemahkan 'takut' (akar kh-w-f); nu'iiduhaa diterjemahkan 'mengembalikannya' (akar '-w-d); siirah diterjemahkan 'keadaan'. gloss '(Allah)' dibuang.