وَاضْمُمْ يَدَكَ إِلَىٰ جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ آيَةً أُخْرَىٰ
Kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia akan keluar putih tanpa cacat, sebagai tanda yang lain.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَاضْمُمْ يَدَكَ إِلَىٰ جَنَاحِكَwa-dhmum yadaka ilaa janaahikakepitlah tanganmu ke ketiakmu
- تَخْرُجْ بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍtakhruj baydhaa'a min ghayri suu'inniscaya ia akan keluar putih tanpa cacat
- آيَةً أُخْرَىٰaayatan ukhraasebagai tanda yang lain
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَاضْمُمْwa-dhmumdan dekapkanlah
- يَدَكَyadakatanganmu
- إِلَىٰilaake
- جَنَاحِكَjanaahikasayapmu
- تَخْرُجْtakhrujengkau keluar
- بَيْضَاءَbaydhaa'aputih
- مِنْmindari
- غَيْرِghayriselain
- سُوءٍsuu'inkeburukan
- آيَةًaayatantanda
- أُخْرَىٰukhraayang lain
Inti bacaan
Tanda kedua diberikan: tangan yang berubah putih bercahaya 'tanpa cacat', bukti tambahan diberikan untuk memperkuat kredibilitas misi, menunjukkan bahwa satu tanda saja kadang tidak cukup, perlu penguatan berlapis.
Penjelasan pilihan kata
'Tanda' memakai akar aayah yang sama dipertahankan tanpa pengecualian di seluruh teks. 'Putih' di sini menandai kondisi bercahaya luar biasa, bukan penyakit kulit, kejelasan ini didukung frasa berikutnya sendiri: 'tanpa cacat'.
Tafsiran
Tanda kedua ini melengkapi tanda pertama (tongkat menjadi ular): kini perubahan terjadi pada tubuh Musa sendiri, memperluas jenis bukti yang diberikan kepadanya sebelum menghadapi Firaun.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh mengepitkan tangan ke ketiaknya, dan ia akan keluar putih tanpa cacat. Pada tubuhnya sendiri. Bekal yang paling bisa diandalkan yang tak bisa tertinggal.
- Allah menambahkan tanpa cacat. Bukan sekadar putih. Keterangan itu memisahkan tanda dari penyakit yang bentuknya serupa.
- Dia menyebutnya tanda yang lain. Yang kedua sesudah tongkat. Dua bekal diberikan, dan keduanya berasal dari yang sudah ada padanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.