اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ

Pergilah kepada Firaun; sesungguhnya ia telah melampaui batas.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَidzhab ilaa fir'awnapergilah kepada Firaun
  2. إِنَّهُ طَغَىٰinnahu thaghaasesungguhnya ia telah melampaui batas

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. اذْهَبْidzhabpergilah
  2. إِلَىٰilaakepada
  3. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  4. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  5. طَغَىٰthaghaamelampaui batas

Inti bacaan

Misi yang sesungguhnya baru terungkap: 'Pergilah kepada Firaun; sesungguhnya ia telah melampaui batas', seluruh persiapan luar biasa sebelumnya mengarah pada tugas konkret menghadapi kekuasaan yang sewenang-wenang.

Penjelasan pilihan kata

'Melampaui batas' (taghaa) menutup rangkaian kutipan panjang yang dimulai di 20:11 dengan pemberian misi yang jelas, bukan lagi tentang tanda-tanda itu sendiri, melainkan tujuan penggunaannya.

Tafsiran

Ayat ini mengubah fokus dari persiapan pribadi Musa (tanda-tanda yang diberikan kepadanya) ke misi eksternal yang menantinya: menghadapi Firaun yang digambarkan telah melampaui batas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut alasannya ia telah melampaui batas. Bukan ia kafir. Yang dipersoalkan perbuatannya terhadap orang lain.
  • Perintah ini menutup rangkaian panjang tentang tanda-tanda. Sesudah semuanya. Bekalnya diberikan lebih dahulu, tugasnya disebut belakangan.
  • Allah menyebut namanya langsung: Firaun. Bukan penguasa negeri itu. Sasarannya ditunjuk, tak dibiarkan kabur.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar dz-h-b, t-gh-y): idhhab diterjemahkan 'pergilah' (akar dz-h-b); taghaa diterjemahkan 'melampaui batas (sewenang-wenang)', akar t-gh-y (putaran 124; Firaun sang taaghii). gloss '(Fir'aun)' dibuang.