قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
Ia berkata, “Tuhanku, lapangkanlah dadaku,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِيqaala rabbi syrah lii shadriiia berkata, Tuhanku, lapangkanlah dadaku
Terjemahan per kata (5 kata)
- قَالَqaalaberkata
- رَبِّrabbiTuhan
- اشْرَحْsyrahlapangkanlah
- لِيliibagiku
- صَدْرِيshadriidadaku
Inti bacaan
Respons jujur Musa terhadap tugas besar: memohon dadanya dilapangkan, pengakuan kebutuhan akan kekuatan mental dan emosional sebelum menghadapi tantangan yang menakutkan, bukan berpura-pura sudah siap sepenuhnya.
Penjelasan pilihan kata
Respons Musa terhadap misi yang baru diberikan bukan penolakan, melainkan serangkaian permintaan konkret: dimulai dengan permintaan kelapangan hati untuk menghadapi tugas berat ini.
Tafsiran
Musa membuka daftar permintaannya dengan kebutuhan batin terlebih dahulu, sebelum permintaan-permintaan praktis lain yang menyusul di ayat-ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa meminta kelapangan dada lebih dahulu. Sebelum yang lain. Yang diurus pertama keadaan di dalam, bukan bekal di luar.
- Ia menjawab tugas berat itu dengan permintaan, bukan penolakan. Menerima. Yang berat diakui berat, dan bantuan diminta.
- Allah merekam ia menyapa Tuhanku. Kata ganti kepemilikan. Permintaannya diajukan lewat hubungan, bukan lewat kedudukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, sh-r-h, s-d-r): ishrah diterjemahkan 'lapangkanlah' (akar sh-r-h); sadr diterjemahkan 'dada' (akar s-d-r). gloss '(Musa)' dibuang.