فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
Maka berkatalah kalian berdua kepadanya dengan perkataan yang lembut, semoga ia sadar atau takut.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًاfa-quulaa lahu qawlan layyinanmaka berkatalah kalian berdua kepadanya dengan perkataan yang lembut
- لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰla'allahu yatadzakkaru aw yakhshaasemoga ia sadar atau takut
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, l-y-n, dz-k-r, kh-sh-y): qawl layyin diterjemahkan 'perkataan yang lembut' (akar q-w-l + akar l-y-n; kelembutan bahkan kepada Firaun); yatadhakkaru diterjemahkan 'sadar (ingat)' (akar dz-k-r); yakhshaa diterjemahkan 'takut' (akar kh-sh-y). gloss '(Fir'aun)' dibuang.
Aplikasi
Instruksi metodologi penting: 'berkatalah dengan perkataan yang lembut' bahkan kepada penguasa zalim sekalipun, dengan harapan 'ia sadar atau takut', pendekatan persuasif yang lembut diprioritaskan di atas konfrontasi keras, bahkan terhadap musuh yang jelas. Konkretnya: menggunakan pendekatan lembut dan persuasif bahkan saat berhadapan dengan pihak yang secara jelas berbuat salah (bukan langsung konfrontatif) memberi peluang lebih besar bagi perubahan hati, sebuah prinsip yang berlaku luas dalam menghadapi konflik.