فَأْتِيَاهُ فَقُولَا إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَ فَأَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا تُعَذِّبْهُمْ ۖ قَدْ جِئْنَاكَ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَىٰ

Maka datanglah kalian berdua kepadanya dan katakanlah, ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu. Lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa tanda dari Tuhanmu, dan keselamatan itu bagi orang yang mengikuti petunjuk.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. فَأْتِيَاهُ فَقُولَاfa-tiyaahu fa-quulaamaka datanglah kalian berdua kepadanya dan katakanlah
  2. إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَinnaa rasuulaa rabbikasesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu
  3. فَأَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا تُعَذِّبْهُمْfa-arsil ma'anaa banii israa'iila wa-laa tu'adzdzibhumlepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka
  4. قَدْ جِئْنَاكَ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكَqad ji'naaka bi-aayatin min rabbikasungguh kami datang kepadamu dengan membawa tanda dari Tuhanmu
  5. وَالسَّلَامُ عَلَىٰ مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَىٰwa-s-salaamu 'alaa mani ttaba'a l-hudaadan keselamatan itu bagi orang yang mengikuti petunjuk

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. فَأْتِيَاهُfa-tiyaahumaka datangilah dia berdua
  2. فَقُولَاfa-quulaamaka katakanlah kalian berdua
  3. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  4. رَسُولَاrasuulaadua rasul
  5. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  6. فَأَرْسِلْfa-arsilmaka utuslah
  7. مَعَنَاma'anaabersama kami
  8. بَنِيbaniiBani
  9. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail
  10. وَلَاwa-laadan janganlah
  11. تُعَذِّبْهُمْtu'adzdzibhumengkau mengazab mereka
  12. قَدْqadsungguh
  13. جِئْنَاكَji'naakakami datang kepadamu
  14. بِآيَةٍbi-aayatindengan tanda
  15. مِنْmindari
  16. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  17. وَالسَّلَامُwa-s-salaamudan keselamatan
  18. عَلَىٰ'alaaatas
  19. مَنِmanisiapa yang
  20. اتَّبَعَttaba'amengikuti
  21. الْهُدَىٰl-hudaapetunjuk

Inti bacaan

Pesan yang harus disampaikan kepada Firaun disusun jelas: identitas, permintaan konkret (melepaskan Bani Israil), bukti kredibilitas, dan penutup yang penuh harapan bagi 'yang mengikuti petunjuk', struktur komunikasi yang terorganisir untuk situasi bertekanan tinggi.

Penjelasan pilihan kata

'Tanda' memakai akar aayah yang sama dipertahankan konsisten. Ayat ini berisi kutipan bertingkat: instruksi Allah kepada Musa dan Harun tentang apa yang harus mereka katakan, ditandai dengan tanda kutip tunggal di dalam tanda kutip ganda yang sudah terbuka sejak 20:36.

Tafsiran

Naskah percakapan yang diberikan ini sangat spesifik: permintaan pembebasan Bani Israil, penghentian penyiksaan, klaim tanda dari Tuhan, dan penutup berupa pernyataan keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, sebuah kerangka lengkap untuk konfrontasi yang akan segera terjadi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah tidak cuma mengutus keduanya; Dia menyiapkan kalimat yang harus mereka ucapkan. Naskahnya diberikan. Menghadap orang yang paling berkuasa memang bukan saat yang tepat untuk menyusun kalimat sendiri di tempat.
  • Yang diminta dua hal yang bisa dikerjakan hari itu juga: lepaskan Bani Israil, dan jangan siksa mereka. Bukan tuntutan agar Firaun berubah keyakinan. Permintaan yang bisa dipenuhi tanpa harus mengubah hati lebih dahulu meninggalkan pintu yang tetap terbuka.
  • Kalimat yang disiapkan Allah ditutup dengan keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk, bukan dengan ancaman bagi yang menolak. Yang ditawarkan lebih dahulu jalan keluarnya. Sebuah tuntutan yang dibuka dengan pintu terbuka jarang terdengar sebagai penyerangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.