قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ الزِّينَةِ وَأَنْ يُحْشَرَ النَّاسُ ضُحًى
Ia berkata, “Waktu kalian adalah hari raya, dan hendaknya orang-orang dikumpulkan pada waktu duha.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ الزِّينَةِqaala maw'idukum yawmu z-ziinatiia berkata, waktu kalian adalah hari raya
- وَأَنْ يُحْشَرَ النَّاسُ ضُحًىwa-an yuhsyara n-naasu dhuhandan hendaknya orang-orang dikumpulkan pada waktu duha
Terjemahan per kata (8 kata)
- قَالَqaalaberkata
- مَوْعِدُكُمْmaw'idukumwaktu yang dijanjikan bagi kalian
- يَوْمُyawmuhari
- الزِّينَةِz-ziinatiperhiasan
- وَأَنْwa-andan untuk
- يُحْشَرَyuhsyaradikumpulkan
- النَّاسُn-naasumanusia
- ضُحًىdhuhanwaktu duha
Inti bacaan
Musa menetapkan waktu pertemuan pada 'hari raya. waktu duha', memilih momen ketika orang banyak berkumpul secara alami, memaksimalkan jumlah saksi bagi peristiwa yang akan terjadi, sebuah strategi transparansi di depan publik.
Penjelasan pilihan kata
Musa yang menetapkan waktu dan syarat pertemuan, bukan Firaun: sebuah pilihan yang memastikan orang banyak turut menyaksikan, bukan pertemuan tersembunyi.
Tafsiran
Pemilihan hari raya dan waktu duha (pagi terang) oleh Musa bukan kebetulan: kesaksian publik yang luas menjadi bagian dari strategi, memastikan hasil duel ini disaksikan sebanyak mungkin orang.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa yang menetapkan waktunya. Bukan Firaun. Yang ditantang justru yang memilih tempat dan jamnya.
- Yang dipilih hari raya dan waktu duha. Ramai dan terang. Dua-duanya memastikan tak ada yang bisa disembunyikan.
- Allah merekam ia meminta orang-orang dikumpulkan. Bukan pertemuan tertutup. Yang paling berisiko baginya justru yang ia minta.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, w-'-d, y-w-m, z-y-n, h-sh-r, n-w-s, d-h-w): maw'id diterjemahkan 'waktu'; yawm az-ziinah diterjemahkan 'hari raya' (akar z-y-n); yuhshara diterjemahkan 'dikumpulkan' (akar h-sh-r); duhan diterjemahkan 'waktu duha'. gloss '(Musa)/(untuk bertemu dengan kami)' dibuang.