قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُمْ بِعَذَابٍ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَىٰ
Musa berkata kepada mereka, “Celakalah kalian; janganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kalian dengan azab; dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kedustaan.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ وَيْلَكُمْqaala lahum muusaa waylakumMusa berkata kepada mereka, celakalah kalian
- لَا تَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ كَذِبًاlaa taftaruu 'alaa llaahi kadzibanjanganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah
- فَيُسْحِتَكُمْ بِعَذَابٍfa-yushitakum bi-'adzaabinnanti Dia membinasakan kalian dengan azab
- وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَىٰwa-qad khaaba mani ftaraadan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kedustaan
Terjemahan per kata (15 kata)
- قَالَqaalaberkata
- لَهُمْlahumkepada mereka
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- وَيْلَكُمْwaylakumcelakalah kalian
- لَاlaajanganlah
- تَفْتَرُواtaftaruukalian mengada-ada
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- كَذِبًاkadzibankebohongan
- فَيُسْحِتَكُمْfa-yushitakummaka Dia membinasakan kalian
- بِعَذَابٍbi-'adzaabindengan azab
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- خَابَkhaabamerugi
- مَنِmanisiapa yang
- افْتَرَىٰftaraamengada-ada
Inti bacaan
Peringatan Musa kepada para penyihir sebelum kompetisi dimulai: 'janganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah', kesempatan diberikan untuk mempertimbangkan konsekuensi sebelum bertindak, bukan langsung menghakimi tanpa peringatan.
Penjelasan pilihan kata
Musa berbicara langsung kepada para penyihir sebelum duel dimulai: sebuah peringatan yang ditujukan kepada lawannya sendiri, bukan hanya kepada Firaun.
Tafsiran
Peringatan Musa ini menyisipkan momen jeda sebelum duel dimulai: sebuah tawaran terakhir untuk berpikir ulang sebelum para penyihir melangkah lebih jauh dalam apa yang akan mereka lakukan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa memperingatkan lawannya sendiri. Sebelum duel dimulai. Yang akan dikalahkan diberi kesempatan mundur.
- Yang ia larang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah. Bukan menyihir. Yang dipersoalkan bukan keahlian mereka, melainkan atas nama siapa itu dipakai.
- Allah merekam ia menutup dengan sungguh rugi orang yang mengada-adakan. Umum. Peringatannya tak menyebut mereka, dan itu memberi ruang mundur tanpa malu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, f-r-y, a-l-h, k-dz-b, s-h-t, '-dz-b, kh-y-b): laa taftaruu alaa llaah kadhiban diterjemahkan 'jangan mengada-adakan kedustaan terhadap Allah' (akar f-r-y); yushitakum diterjemahkan 'membinasakan kalian' (akar s-h-t); khaaba mani ftaraa diterjemahkan 'rugi (gagal) orang yang mengada-adakan' (akar kh-y-b + akar f-r-y). gloss '(para penyihir)' dibuang.