فَأَجْمِعُوا كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوا صَفًّا ۚ وَقَدْ أَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنِ اسْتَعْلَىٰ
Kumpulkanlah segala tipu daya kalian, kemudian datanglah dalam satu barisan! Sungguh, beruntung orang yang menang pada hari ini.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَجْمِعُوا كَيْدَكُمْ ثُمَّ ائْتُوا صَفًّاfa-ajmi'uu kaydakum tsumma tuu shaffankumpulkanlah segala tipu daya kalian, kemudian datanglah dalam satu barisan
- وَقَدْ أَفْلَحَ الْيَوْمَ مَنِ اسْتَعْلَىٰwa-qad aflaha l-yawma mani sta'laasungguh, beruntung orang yang menang pada hari ini
Terjemahan per kata (10 kata)
- فَأَجْمِعُواfa-ajmi'uumaka bulatkanlah kalian
- كَيْدَكُمْkaydakumtipu daya kalian
- ثُمَّtsummakemudian
- ائْتُواtuudatangkanlah kalian
- صَفًّاshaffanberbaris
- وَقَدْwa-qadpadahal sungguh
- أَفْلَحَaflahaberuntung
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- مَنِmanisiapa yang
- اسْتَعْلَىٰsta'laamenang
Inti bacaan
Seruan untuk bersatu dan terorganisir: 'Kumpulkanlah segala tipu daya kalian, kemudian datanglah dalam satu barisan!', bahkan usaha yang salah arah membutuhkan koordinasi dan kesatuan, menunjukkan pentingnya organisasi dalam mencapai tujuan apa pun.
Penjelasan pilihan kata
'Menang' (ista'laa): bentuk dari akar yang sama dengan aliyy/ulaa (tinggi) yang dipakai berulang di surah ini, kini dalam bentuk 'mengatasi/mengungguli' sebagai hasil kompetisi.
Tafsiran
Seruan ini menutup persiapan para penyihir dengan penekanan pada barisan yang rapi dan tujuan kemenangan: sebuah tampilan kekuatan yang terorganisir sebelum duel yang sesungguhnya dimulai.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka menyebut sendiri apa yang mereka bawa: tipu daya. Kata itu keluar dari mulut mereka. Yang hendak dipertandingkan sudah diakui namanya.
- Yang diminta satu barisan. Kerapian. Bahkan yang salah arah tetap perlu disusun.
- Allah merekam mereka menyebut beruntung orang yang menang hari ini. Ukurannya menang. Yang dikejar bukan benar, melainkan unggul.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.