قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰ
Mereka berkata, “Wahai Musa, engkaukah yang melemparkan, atau kamikah yang lebih dahulu melemparkan?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا يَا مُوسَىٰqaaluu yaa muusaamereka berkata, wahai Musa
- إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰimmaa an tulqiya wa-immaa an nakuuna awwala man alqaaengkaukah yang melemparkan, atau kamikah yang lebih dahulu melemparkan
Terjemahan per kata (12 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- يَاyaawahai
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- إِمَّاimmaajika
- أَنْanagar
- تُلْقِيَtulqiyaengkau mengadakan
- وَإِمَّاwa-immaadan adapun jika
- أَنْanagar
- نَكُونَnakuunakami menjadi
- أَوَّلَawwalaorang pertama
- مَنْmanorang yang
- أَلْقَىٰalqaamelemparkan
Inti bacaan
Kesopanan yang tidak terduga dari para penyihir: menawarkan Musa kesempatan melempar duluan, sebuah bentuk fair play bahkan dari pihak yang berlawanan, menunjukkan bahwa etika kompetisi bisa dijaga meski dalam konteks konfrontasi.
Penjelasan pilihan kata
Para penyihir memberi pilihan kepada Musa tentang urutan duel: sebuah kesopanan formal yang tampak, meski niat mereka sudah jelas dari persiapan sebelumnya.
Tafsiran
Pertanyaan ini memulai duel secara resmi dengan formalitas yang tampak adil: memberi Musa pilihan pertama, sebuah gestur yang segera dijawab dengan cara yang tidak terduga di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam pertanyaan yang sama muncul lagi di surah lain. Ditawari duluan. Kesopanan itu diulang, dan pengulangannya bagian dari catatan.
- Yang ditawarkan urutan, bukan syarat. Siapa duluan. Yang mereka kuasai jalannya pertandingan, dan itu yang mereka rasa cukup.
- Allah merekam mereka menyapa wahai Musa. Sebelum bertanding. Lawan yang akan mereka kalahkan disebut dengan namanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, l-q-y, k-w-n, a-w-l): tulqiya/alqaa diterjemahkan 'melemparkan' (akar l-q-y). gloss '(para penyihir)' dibuang.