قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰ

Ia berkata, “Apakah kalian beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepada kalian? Sesungguhnya dia itu pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian. Sungguh, akan kupotong tangan-tangan dan kaki-kaki kalian secara bersilang, dan sungguh akan aku salib kalian pada pangkal pohon kurma. Sungguh, kalian pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih keras dan lebih kekal siksaannya.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْqaala aamantum lahu qabla an aadzana lakumia berkata, apakah kalian beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepada kalian
  2. إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَinnahu la-kabiirukumu lladzii allamakumu s-sihrasesungguhnya dia itu pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian
  3. فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍfa-la-uqatti'anna aydiyakum wa-arjulakum min khilaafinsungguh akan kupotong tangan-tangan dan kaki-kaki kalian secara bersilang
  4. وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِwa-la-usallibannakum fii judzuu'i n-nakhlidan sungguh akan aku salib kalian pada pangkal pohon kurma
  5. وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰwa-la-ta'lamunna ayyunaa ashaddu adzaaban wa-abqaasungguh kalian pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih keras dan lebih kekal siksaannya
Catatan pilihan kata (ringkas)

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'Said he: “You have believed him1 before I gave you leave.

Aplikasi

Ancaman brutal Firaun terhadap penyihir yang baru beriman menyingkap watak sesungguhnya di balik kekuasaan yang terancam, respons kekerasan ekstrem terhadap perubahan keyakinan yang sah, sebuah pola tirani yang tidak bisa menerima kekalahan argumen.