إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ
Sesungguhnya siapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka baginya Jahanam; ia tidak mati di dalamnya dan tidak hidup.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًاinnahu man ya'ti rabbahu mujrimansesungguhnya siapa yang datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa
- فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَfa-inna lahu jahannamamaka baginya Jahanam
- لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰlaa yamuutu fiihaa wa-laa yahyaaia tidak mati di dalamnya dan tidak hidup
Terjemahan per kata (13 kata)
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- مَنْmanorang yang
- يَأْتِya'timendatangkan
- رَبَّهُrabbahuTuhannya
- مُجْرِمًاmujrimanpendosa
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- لَهُlahubaginya
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- لَاlaatidak
- يَمُوتُyamuutumati
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَحْيَىٰyahyaahidup
Inti bacaan
Konsekuensi berat digambarkan bagi yang 'datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa', deskripsi kondisi yang mengerikan (tidak mati, tidak hidup) menegaskan keseriusan akibat dari pilihan yang salah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini beralih dari narasi konfrontasi Musa-Firaun ke pernyataan umum tentang konsekuensi: sebuah prinsip yang berlaku luas, bukan lagi spesifik pada tokoh-tokoh dalam kisah yang baru diceritakan.
Tafsiran
Kondisi 'tidak mati dan tidak hidup' menggambarkan keadaan yang paling menyiksa, bukan kelegaan kematian maupun kenyamanan hidup, melainkan keberadaan yang tergantung di antara keduanya tanpa akhir.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut keadaannya tidak mati dan tidak hidup. Dua penyangkalan. Yang digambarkan bukan siksanya, melainkan tergantung di antara dua keadaan.
- Kalimatnya berpindah dari kisah Musa ke aturan umum. Tanpa penanda. Yang tadinya tentang Firaun berlaku bagi siapa pun.
- Allah menyebut ia datang kepada Tuhannya. Bukan digiring. Bahkan yang berdosa disebut datang dengan kakinya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, r-b-b, j-r-m, m-w-t, h-y-y): ya'ti rabbahu mujriman diterjemahkan 'datang kepada Tuhannya berdosa' (akar j-r-m); laa yamuutu/laa yahyaa diterjemahkan 'tidak mati/tidak hidup' (akar m-w-t, akar h-y-y). gloss '(disediakan)/(sehingga terhindar dari azab)/(dengan layak dan nyaman)' dibuang.