وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لَا تَخَافُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ
Dan sungguh Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku, lalu buatlah bagi mereka jalan yang kering di laut, tanpa takut tersusul dan tanpa khawatir.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰwa-la-qad awhaynaa ilaa muusaadan sungguh Kami wahyukan kepada Musa
- أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِيan asri bi-'ibaadiipergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku
- فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًاfa-dhrib lahum thariiqan fii l-bahri yabasanlalu buatlah bagi mereka jalan yang kering di laut
- لَا تَخَافُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰlaa takhaafu darakan wa-laa takhsyaatanpa takut tersusul dan tanpa khawatir
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَوْحَيْنَاawhaynaaKami mewahyukan
- إِلَىٰilaakepada
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- أَنْanyaitu
- أَسْرِasriberjalanlah malam hari
- بِعِبَادِيbi-'ibaadiidengan hamba-hamba-Ku
- فَاضْرِبْfa-dhribmaka pukullah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- طَرِيقًاthariiqanjalan
- فِيfiidi
- الْبَحْرِl-bahrilaut
- يَبَسًاyabasanyang kering
- لَاlaatidak
- تَخَافُtakhaafuengkau takut
- دَرَكًاdarakantersusul
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- تَخْشَىٰtakhsyaaengkau takut
Inti bacaan
Instruksi krusial saat pelarian: buat jalan kering di laut 'tanpa takut tersusul dan tanpa khawatir', jaminan keamanan diberikan tepat pada momen paling menegangkan, mengurangi kepanikan yang bisa menghambat tindakan yang diperlukan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melompat dari peristiwa duel dan konsekuensi umum (20:74-76) langsung ke babak baru: perintah keberangkatan malam hari, teks tidak merinci berapa lama jeda waktu antara duel dan perintah ini.
Tafsiran
Perintah ini membuka babak baru kisah Musa, dari konfrontasi di istana ke pelarian besar-besaran, dengan jaminan ganda: jalan kering di tengah laut dan ketiadaan rasa takut akan tersusul.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka hamba-hamba-Ku. Bukan kaummu. Yang dibawa pergi dinyatakan milik siapa sebelum perjalanan dimulai.
- Dua ketakutan disebut terpisah: takut tersusul, dan khawatir. Bukan satu. Yang dari belakang dan yang dari dalam dada sama-sama ditiadakan.
- Allah menyuruhnya membuat jalan kering di laut. Perintah kepada manusia. Yang mustahil diletakkan sebagai tugas, bukan sebagai mukjizat yang ditunggu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-h-y, s-r-y, '-b-d, d-r-b, t-r-q, b-h-r, y-b-s, kh-w-f, d-r-k, kh-sh-y): awhaynaa ilaa muusaa diterjemahkan 'Kami wahyukan kepada Musa' (akar w-h-y); asri diterjemahkan 'pergilah malam hari' (akar s-r-y); ibaad diterjemahkan 'hamba-hamba' (akar '-b-d); tariiq yabas diterjemahkan 'jalan yang kering'; darak diterjemahkan 'tersusul' (akar d-r-k). gloss '(Bani Israil)/(akan tenggelam)' + footnote dibuang.