كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَلَا تَطْغَوْا فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِي ۖ وَمَنْ يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِي فَقَدْ هَوَىٰ

Makanlah dari yang baik-baik yang Kami rezekikan kepada kalian, dan janganlah kalian melampaui batas padanya, nanti kemurkaan-Ku menimpa kalian; dan siapa yang ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh binasalah ia.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْkuluu min thayyibaati maa razaqnaakummakanlah dari yang baik-baik yang Kami rezekikan kepada kalian
  2. وَلَا تَطْغَوْا فِيهِwa-laa tathghaw fiihidan janganlah kalian melampaui batas padanya
  3. فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِيfa-yahilla 'alaykum ghadhabiinanti kemurkaan-Ku menimpa kalian
  4. وَمَنْ يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِي فَقَدْ هَوَىٰwa-man yahlil 'alayhi ghadhabii fa-qad hawaadan siapa yang ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh binasalah ia

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. كُلُواkuluumakanlah kalian
  2. مِنْmindari
  3. طَيِّبَاتِthayyibaatiyang baik-baik
  4. مَاmaaapa yang
  5. رَزَقْنَاكُمْrazaqnaakumKami rezekikan kepada kalian
  6. وَلَاwa-laadan janganlah
  7. تَطْغَوْاtathghawkalian melampaui batas
  8. فِيهِfiihidi dalamnya
  9. فَيَحِلَّfa-yahillamaka menimpa
  10. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  11. غَضَبِيghadhabiimurka-Ku
  12. وَمَنْwa-mandan orang yang
  13. يَحْلِلْyahlilmenimpa
  14. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  15. غَضَبِيghadhabiimurka-Ku
  16. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  17. هَوَىٰhawaajatuh

Inti bacaan

Instruksi menikmati rezeki yang baik disertai batasan penting: 'janganlah kalian melampaui batas padanya', kelimpahan yang diberikan tetap membutuhkan kendali diri, karena bahkan nikmat yang halal bisa disalahgunakan jika dikonsumsi tanpa batas yang wajar.

Penjelasan pilihan kata

'Melampaui batas' (tatghaw): akar yang sama dengan taghaa yang dipakai berulang untuk Firaun; kini kata yang sama diperingatkan kepada Bani Israil sendiri, menunjukkan bahwa potensi melampaui batas bukan monopoli penguasa zalim semata.

Tafsiran

Peringatan ini menyertai anugerah pangan yang baru disebutkan: nikmat tidak diberikan tanpa syarat, melainkan disertai batasan yang jika dilanggar akan berujung pada konsekuensi yang sama beratnya dengan yang menimpa Firaun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan makan dari yang baik-baik sebelum menyebut larangannya. Kelapangan didahulukan. Batas baru bermakna sesudah orang tahu betapa luas yang dibolehkan.
  • Larangan yang Allah sebut melampaui batas pada pemberian itu sendiri. Bukan memakannya. Yang jadi soal takarannya, dan takaran hanya ada pada sesuatu yang dibolehkan.
  • Allah menyebut siapa yang ditimpa kemurkaan-Nya sungguh binasa. Bukan disiksa. Yang disebut bukan hukuman yang menyusul, melainkan keadaan itu sendiri sudah kehancuran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-k-l, t-y-b, r-z-q, t-gh-y, h-l-l, gh-d-b, h-w-y): razaqnaakum diterjemahkan 'merezekikan kalian' (akar r-z-q); laa tatghaw diterjemahkan 'jangan melampaui batas', akar t-gh-y (putaran 124); yahilla ghadabii diterjemahkan 'kemurkaan-Ku menimpa' (akar h-l-l + akar gh-d-b); hawaa diterjemahkan 'binasa (jatuh)' (akar h-w-y). Selaras.